Latest Games :
Tampilkan postingan dengan label Acehpedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Acehpedia. Tampilkan semua postingan

JAMUAN makan 16 Juni 1948 di Hotel Atjeh

Jumat, 28 Juni 2013 | 0 komentar

JAMUAN makan 16 Juni 1948 di Hotel Atjeh menjadi awal lahirnya Seulawah RI 01 dan 02, cikal bakal Garuda Indonesia Airways.

Di depan para saudagar yang datang ke jamuan itu, Soekarno, dengan gaya khasnya berpidato. Ia meminta para saudagar Aceh menyumbangkan harta mereka untuk pengadaan pesawat terbang.

Tak jelas apa yang dikatakan Bung Karno dulu. Tapi ruang jamuan makan itu bisa jadi saksi apa yang dibincangkan Soekarno dengan Daud Beureueh dan hartawan Aceh.

Tapi, tidak ada foto yang merekam jamuan itu. Hotel Aceh--bukan Atjeh--tempat Soekarno datang itu pun kini tak berjejak. Yang tersisa di bekas areal hotel itu kini hanya tiang-tiang besi.

Padahal, hotel ini merupakan satu-satunya hotel pertama di Aceh. Letaknya di sebelah kiri Masjid Raya Baiturrahman.

Soekarno mendarat bersama rombongan pada 15 Juni 1948 di lapangan terbang Lhoknga. Dalam rombongan ini ikut juga Perdana Menteri Muhammad Natsir. Ini kunjungan kerja Soekarno ke Aceh. 

Catatan sejarah menyebutkan, kala itu Soekarno menghiba-hiba di depan Daud Beureueh agar rakyat Aceh mau ikut membantu pembelian pesawat.

Akhirnya, pada pertemuan yang digelar oleh Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh atau GASIDA itu, rakyat Aceh setuju dengan permintaan Soekarno.

Kini, di antara jejeran besi di antara petapakan Hotel Aceh itu, ada sebuah prasasti. Isinya dituliskan dalam bahasa Aceh, Indonesia, dan Inggris.
_____

"Bak tempat nyoe geupeudong Hotel Aceh, teumpat singgahan Presiden Soekarno watee geusaweu Aceh lam buleuen Juni 1948. Di Hotel Aceh nyoe Presiden Soekarno sira geumoe geulakee bantuan rakyat Aceh beujeut geubri kapai teureubang guna keupeuntengan diplomasi Neugara Indonesia. Ban dua boh kapan teureubang nyan teuma geuboh nan Seulawah 01 ngon Seulawah 02".

(Di lokasi ini pernah bediri Hotel Aceh tempat Presiden Soekarno singgah dalam undangannya ke Aceh pada Juni 1948. Di hotel inilah Soekarno sambil menangis tatkala meminta rakyat Aceh untuk membantu membeli pesawat guna kepentingan diplomatik Indonesia. Kedua pesawat sumbangan rakyat Aceh kemudian diberi nama Seulawah 01 dan Seulawah 02).

***

Sejak 1997, Hotel Aceh tidak beroperasi lagi. Lalu, pada April 2001, hotel ini terbakar. Seperti dikutip Gatra, kebakaran hotel yang berumur sekitar 100 tahun itu terjadi selepas zuhur. Api melalap seluruh bangunan.

Setelah tsunami 2004, pancang-pancang di areal bekas Hotel Aceh itu dicat warna-warni. Di bawah pancang warna-warni itu, rumput tebal terhampar bak permadani. Di sini, sejarah pesawat Garuda itu bermula. (*AP)


JAMUAN makan 16 Juni 1948 di Hotel Atjeh menjadi awal lahirnya Seulawah RI 01 dan 02, cikal bakal Garuda Indonesia Airways.

Di depan para saudagar yang datang ke jamuan itu, Soekarno, dengan gaya khasnya berpidato. Ia meminta para saudagar Aceh menyumbangkan harta mereka untuk pengadaan pesawat terbang.

Tak jelas apa yang dikatakan Bung Karno dulu. Tapi ruang jamuan makan itu bisa jadi saksi apa yang dibincangkan Soekarno dengan Daud Beureueh dan hartawan Aceh.

Tapi, tidak ada foto yang merekam jamuan itu. Hotel Aceh--bukan Atjeh--tempat Soekarno datang itu pun kini tak berjejak. Yang tersisa di bekas areal hotel itu kini hanya tiang-tiang besi.

Padahal, hotel ini merupakan satu-satunya hotel pertama di Aceh. Letaknya di sebelah kiri Masjid Raya Baiturrahman.

Soekarno mendarat bersama rombongan pada 15 Juni 1948 di lapangan terbang Lhoknga. Dalam rombongan ini ikut juga Perdana Menteri Muhammad Natsir. Ini kunjungan kerja Soekarno ke Aceh.

Catatan sejarah menyebutkan, kala itu Soekarno menghiba-hiba di depan Daud Beureueh agar rakyat Aceh mau ikut membantu pembelian pesawat.

Akhirnya, pada pertemuan yang digelar oleh Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh atau GASIDA itu, rakyat Aceh setuju dengan permintaan Soekarno.

Kini, di antara jejeran besi di antara petapakan Hotel Aceh itu, ada sebuah prasasti. Isinya dituliskan dalam bahasa Aceh, Indonesia, dan Inggris.
_____

"Bak tempat nyoe geupeudong Hotel Aceh, teumpat singgahan Presiden Soekarno watee geusaweu Aceh lam buleuen Juni 1948. Di Hotel Aceh nyoe Presiden Soekarno sira geumoe geulakee bantuan rakyat Aceh beujeut geubri kapai teureubang guna keupeuntengan diplomasi Neugara Indonesia. Ban dua boh kapan teureubang nyan teuma geuboh nan Seulawah 01 ngon Seulawah 02".

(Di lokasi ini pernah bediri Hotel Aceh tempat Presiden Soekarno singgah dalam undangannya ke Aceh pada Juni 1948. Di hotel inilah Soekarno sambil menangis tatkala meminta rakyat Aceh untuk membantu membeli pesawat guna kepentingan diplomatik Indonesia. Kedua pesawat sumbangan rakyat Aceh kemudian diberi nama Seulawah 01 dan Seulawah 02).

***

Sejak 1997, Hotel Aceh tidak beroperasi lagi. Lalu, pada April 2001, hotel ini terbakar. Seperti dikutip Gatra, kebakaran hotel yang berumur sekitar 100 tahun itu terjadi selepas zuhur. Api melalap seluruh bangunan.

Setelah tsunami 2004, pancang-pancang di areal bekas Hotel Aceh itu dicat warna-warni. Di bawah pancang warna-warni itu, rumput tebal terhampar bak permadani. Di sini, sejarah pesawat Garuda itu bermula. (*AP)

Continue Reading

7 Ramalan Kiamat yang Menghebohkan

Minggu, 05 Mei 2013 | 0 komentar

Di dunia ini banyak sekali manusia-manusia yang sok pintar, sok hebat, hingga sok tahu. Sepert ulasan berikut ini, ada yang meremalkan kiamat yang katanya dari mimpi, ada yang dari hewan dan sesuatu yang lain, dan ada juga yang asal ramal entah dari mana sumbernya. Berikut 7 Ramalan Kiamat Yang Menghebohkan, yaitu :
Sketsa

1. Nabi Ayam Betina dari Leeds, 1806
Sejarah menjadi saksi banyak contoh orang menyatakan kembalinya Yesus Kristus sudah dekat. Namun, belum pernah ada utusan yang lebih aneh dari ayam betina di Leeds, Inggris, pada 1806. Ayam menelurkan telur bertuliskan ‘Kristus akan datang’. Seiring menyebarnya berita mukjizat ini, banyak orang menjadi yakin kiamat sudah dekat. Namun kemudian, ramalan ini terbukti hanya sekadar berita bohong atau hoax.

2. Milleris, 23 April 1843
Setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab dengan sangat hati-hati, petani Inggris bernama William Miller menyimpulkan, kiamat bisa diramalkan dari interpretasi literal kitab suci tersebut. Saat itu, ia menjelaskan pada semua orang yang mau mendengarkannya, dunia kiamat antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia melakukan banyak khotbah dan akhirnya mendapat ribuan pengikutnya yang dikenal sebagai Milleris yang akhirnya memutuskan 23 April 1843 kiamat tiba. Banyak orang membagikan atau menjual harta miliknya karena mereka menganggap tak akan membutuhkannya lagi. Namun saat 23 April tiba, kiamat tak terjadi, kelompok ini akhirnya bubar dan beberapa di antaranya membentuk Seventh Day Adventists.

3. Mormon Armageddon, 1891
Pendiri gereja Mormon Joseph Smith melakukan pertemuan para pemimpin gereja pada Februari 1835 untuk memberitahu ia telah berbicara dengan Tuhan. Selama pembicaraan itu, ia mengetahui Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan dan saat itu, kiamat akan terjadi.

4. Komet Halley, 1910
Pada 1881, melalui analisa spectral, astronom menemukan ekor komet yang mengandung gas mematikan bernama sianogen (terkait sianida). Hal ini berhasil membuat heboh ketika ada seseorang menyadari Bumi akan melewati ekor komet Halley pada 1910. Saat itu, halaman depan The New York Times memuat tulisan, apakah semua orang di planet ini akan mandi gas beracun mematikan itu? Hal tersebut sontak menimbulkan kepanikan di seluruh Amerika Serikat (AS) dan luar negeri. Pada akhirnya, ilmuwan menjelaskan hal ini tak perlu dikhawatirkan.

5. Pat Robertson, 1982
Pada Mei 1980, televangelis dan pendiri Koalisi Kristen Pat Robertson mengejutkan dan membuat banyak orang khawatir ketika memberitahu semua penonton acara TV-nya, 700 Club, di seluruh dunia mengenai tanggal kiamat. “Saya jamin, akhir 1982 akan menjadi hari penghakiman dunia,” kata Robertson.

6. Gerbang Surga, 1997
Ketika komet Hale-Bopp muncul pada 1997, rumor pesawat alien mengikuti komet itu bermunculan. Tentunya, hal ini ditutupi NASA dan komunitas astronomi. Meskipun klaim ini dibantah para astronom, rumor ini dipublikasikan di radio paranormal Art Bell di acara ‘Coast to Coast AM’. Klaim ini terinspirasi kultus UFO San Diego yang bernama Gerbang Surga yang menyimpulkan dunia segera kiamat. Saat itu, dunia memang berakhir bagi 39 anggota kultus tersebut yang bunuh diri pada 26 Maret 1997.

7. Nostradamus, Agustus 1999
Tulisan Michel de Nostrdame yang sangat mengaburkan dan metaforis ini berhasil menarik banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisan-tulisannya yang akurasinya sangat bergantung pada penafsiran yang sangat fleksibel telah diterjemahkan dan diterjemahkan ulang dalam puluhan versi yang berbeda. Salah satu kuatrain yang paling terkenal adalah, “Tahun 1999, bulan ketujuh, akan muncul raja teror dari langit”. Banyak bhakta Nostradamus yang mengkhawatirkan hal tersebut merupakan visi prognosticator terkenal itu akan kiamat.
Continue Reading

Perkembangan Islam di Aceh

Jumat, 12 April 2013 | 0 komentar

Taufik Abdullah (dalam Ishak, 2003) mengatakan bahwa sejarah bukanlah hal yang lampau dan tak kembali lagi, tetapi sesuatu yang selalu bermakna bagi hari ini dan hari nanti. Kemudian uraian selanjutnya mengatakan bahwa sejarah akan selalu menjadi sumber spirit yang tiada habis-habisnya digali dari zaman ke zaman untuk memperkukuh perlawanan diri orang Aceh dalam menghadapi tantangan zamannya. 

Merumuskan penggalan-penggalan Sejarah Aceh memang terkadang mengelitik untuk digali. Catatan sejarah yang selalu muncul dari beberapa buku yang penulis baca selalu diawali dengan masuknya Islam dan dengan kerajaan-kerajaan Islam yang pernah berkuasa di wilayah tersebut. Kemudian kalau ditelusuri kembali bahwa kerajaan Islam pertama yang berdiri di Aceh adalah kerajaan Islam Perlak yang berdiri pada abad 9 M. Dan penyebarannya langsung dari Arab (catatan kaki hal. 16 dalam Ishak, 2003). Nah, pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah peradaban pra Islam tidak terpotret dalam sejarah Aceh (sebelum abad 9 M)?

Padahal kalau diamati banyak sekali kata-kata atau peninggalan perabadan hindu yang masih tertinggal di Aceh. Sebagai contoh : kata Indrapura ( yang sekarang menjadi nama Mesjid Indrapura di Aceh Besar), Benteng Indraprata yang masih ada sampai sekarang di berdiri di Kota Jantho. Dari kedua kata Indrapura dan Indraprata tersebut jelas bukan berasal dari kosa kata Arab dan kosa kata bahasa Aceh. Budaya Rabu Abeh (doa tolak bala) yaitu kegiatan berdoa yang dilakukan di mesjid-mensjid untuk menjauhkan dari bala. Dan sampai sekarang kegiatan budaya Rabu Abeh masih tetap dilakukan masyarakat Aceh. Budaya Rabu Abeh ini sedikit banyak mengadopsi budaya Hindu. Ini adalah beberapa fakta kecil yang mewakili bahwa dalam sejarah Aceh pernah hidup peradaban hindu atau mungkin juga peradaban lain yang sampai kini belum terungkap tabirnya.
Persoalan terputusnya penggalan sejarah ini memperlihat adanya catatan sejarah yang tidak utuh dari satu peradaban yang pernah hidup di Wilayah Aceh.  Cenderung akan membuka sebuah pertanyaan dari berbagai generasi yang merupakan penerus sejarah peradaban. Seperti apakah perabadan Acehsebelum pra Islam masuk ke Aceh?
Atau ketidaktahuan kita tentang sejarah Aceh yang utuh karena adanya ada hal-hal lain yang membuat penggalan sejarah itu terputus. Atau juga sejarah Aceh itu tersimpan di negeri-negeri seberang lautan sehingga kita tidak bisa mengakses sejarah yang utuh tersebut?
Akhir dari tulisan ini, hanya coba untuk mengelitik para sejarawan-sejarawan bangsa ini khususnya sejarawan-sejarawan Aceh sendiri untuk dapat mengali lebih dalam tentang sejarah yang terputus tersebut dan menjadikan sebagai sebuah spirit untuk melawan tantangan zaman yang akan terus berjalan.
 
Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Proses penyebaran Islam di Dunia

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).
Continue Reading

sejarah kerajaan trumon

Rabu, 27 Februari 2013 | 0 komentar


A.    KERAJAAN TRUMON DALAM UNTAIAN MATA RANTAI SEJARAH BA
1.      ASAL USUL RAJA-RAJA KERAJAAN TRUMO
Asal usul Raja kerajaan Trumon,berasal dari Asia kecil atau dari rumpun suku-suku Bangsa Arab,menurut silsilah kami Ja Thahir berasal dari Baghdad dan hijrah ke Timur dan menetaplah di Bate Pidie (Aceh).
Ja Thahir mempunyaI beberapa orang anak,diantaranya bernama  Ja ABDULLAH  (DULLAH) juga menetap di BATEE PIDIE.
JA ABDULLAH mempunyai anak di antara lain JA JOHAN,JA JOHAN ini menetap di Tanoh Abee Seulimum,mempunyai anak di antara lain TENGKU JAKFAR salah seorang dari murid TENGKU di ANJONG di PELENGGAHAN.Setelah selesai (tamat) dari belajar agama islam,TENGKU JAKFAR di suruh  oleh guru beliau untuk berangkat kesebelah Barat Aceh.
Mula-mula TENGKU JAKFAR menetap di Unjong Seurangga Susoh. Di sini beliau mengajar Agama Islam dan mendapat gelar  LABAI,juga di kenal dengan labai jakfar disini beliau tidak berapa lama dan melanjutkan perjalanan sampai kedaerah SINGKIL,dan menetap disini.Atas rahmat  Allah  TENGKU JAKFAR membuka negri yang disebut PAYA BOMBONG.Kemudian TENGKU JAKFAR membuka perkebunan lada (MERICA)pada suatu dataran sebelah utara singkil yang kemudian disebut TRUMON.Asal kata TRUMON adalah :waktu TENGKU JAKFAR mensurvei dataran tersebut didapatilah sebuah sumur  tua dan di tepinya ada sebatang terung jadi dalam bahasa Aceh di sebut:”TRUNG BINEI MON”lama kelamaan menjadi “TRUMON”.Demikianlah cerita yang kami terima secara turun temurun.
Negeri yang baru dibuka ini mulai ditata sejak tahun 1780 M dan beliau yang menjadi pengusaha pertama sebagai Raja di negri tersebut dengan nama “KERAJAAN TRUMON”.TENGKU JAKFAR juga bergelar teuku Raja Singkil tapi biasa di sebut Teuku Singkil yang lebih populer.Beliau meninggal di Trumon dalam tahun 1812 M.
TENGKU DJAKFAR alias Tengku Singkil sebelum membangun Trumon telah membangun negeri-negeri Paya Bakong,teluk Abon,Rantau Gedang dan Teluk Rumbia,setelah Trumon dijadikan pusat kerajaan yang merupakan ibu kota kerajaan,maka seperti negeri-negeri lain yang dibangunnya,diangkatlah anak-anak beliau menjadi Ulee Balang sebagai pengusaha dinegeri tersebut.Pada saat ini kerajaan Trumon belum mendapat pengakuan dari Sultan Aceh yang berarti berdaulat penuh.
Pada tahun 1810 kerajaan Trumon telah dikenal oleh bangsa- bangsa Eropah,Asia kecil,India dan Cina.Ini disebabkan perdagangan lada(MERICA)yang begitu maju dan melimpah sehingga mendatangkan kemakmuran bagi rakyatnya.Maka berdatanglah penduduk dari lain, mengalirnya dengan pesatnya dan menetap di kerajaan Trumon seperti dari Aceh Rayeuk,Nias,bahkan dari Minangkabau pertanian lada sangat meningkatkan hasilnya pun sangat baik kerajaan Trumon satunya yang menghasilkan lada dipantai barat Aceh bagian Selatan.Pada saat ini kerajaan Trumon sudah mmpunyai beberapa armada diantaranya yang biasa membawa barang dagangan keluar negeri seperti:Penang,India sampai keAsia kecil(TIMUR TENGAH)dengan orang (pedagang)Eropah seperti pedagang Sipatoka(portugis)SPANYOL,Inggris dan Belanda.Armada yang sering keluar negeri yang bernama armada-armada diana dan La-Xemie.
Haji Tengku Djakfar alias Tengku Singkil pernah kawin dengan putri Persi anak dari perempuan Persi ini diangkat menjadi Ulee Balang Paya Bombong (Singkil lama) yaitu anak nomor 11 yaitu TENGKU RAJA SULAIMAN.
Melihat  Kerajaan Trumon sangat pesat majunya dalam bidang perdagangan,Belanda pun mulai mendekati Kerajaan Trumon.Tapi kerajaan Trumon yang berdaulat menyambut Belanda sebagaimana menyambut /menerima pedagang lainnya bangsa Eropah.Pada tahun 1812 Teuku Singkil meninggal dan anak beliau nomor 6 dinobatkan menjadi Raja Kerajaan Trumon pengganti Tengku Djakfar alias Tengku Singkil yang bernama TENGKU RAJA BUJANG.Tengku Raja Bujang berpendidikan di Penang.
2.      MASA TEUKU RAJA BUJANG MENJALANKAN RODA PEMERINTAHAN KERAJAAN TRUMON
Semenjak roda pemerintahan dikendalikan oleh TEUKU RAJA BUJANG perdagangan bertambah maju dengan luar negeri,sebab beliau sangat bijaksana dan ahli mengatur negeri dan rakyatnya,kerajaan Trumon bertambah makmur kemakmuran sehingga kerajaan Trumon dikenal oleh negeri pantai Barat Sumatera.Pada masa Teuku Raja Bujanglah Sultan Aceh mengakui Kerajaan Trumon selaku anak kerajaan Aceh dengan mendapat CAP SIKUEREUNG(STEMPEL KERAJAAN).Pada saat ini kerajaan tersusun begitu baik saudara-saudara beliau yang diangkat menjadi Ulee Balang anak nomor 4 dari Tengku Djakfar,TEUKU MHD.THAHIR dikukuhkan menjadi Ulee Balang buloh seuma,anak (saudara)beliau nomor 9 yang bernama TEUKU NYAK HAJI dikukuhkan menjadi Ulee Balang Limbang.Saudara beliau nomor 10 yang bernama TEUKU RAJA MAK AREH dikukuhkan menjadi Ulee Balang Kayee Meunang(SINGKIL LAMA).Saudara beliau nomor 11 yang bernama TEUKURAJA SULAIMAN dikukuhkan menjadi Ulee Balang Paya Bumbong.Teuku Raja Bujang bersaudara  16 orang (lihat silsilah)Ulee  Balang yang tersebut diatas membangun negerinya menurut kebijaksanaan yang telah direncanakan dari pusat Kerajaan di Trumon.
Pada 17 Maret tahun 1824 Kerajaan Trumon berhasil membuat perjanjian dengan Belanda,dalam hal ini Belanda hanya dibenarkan berdagang saja tidak mencampuri urusan pemerintahan Kerajaan Trumon,saling hormat menghormati dan tidak melanggar kedaulatan Kerajaan Trumon dan menghormati adat- istiadat kerajaan.Dalam perjanjian tersebut,Belanda diwajibkan membayar 2.400 Gulden pada kerajaan Trumon setiap tahun sebagai upeti.Pada tanggal 4 Desember 1824 sebuah kapal perang Aceh dibawa pimpinan DIMARAH yang dibiayai oleh kerajaan Trumon,secara diam-diam menyusup memasuki benteng  Belanda PORT TAPANULI di Pulau Poncan.Pasukan ini hanya berjumlah 12 orang saja,tapi dapat mengobrak-abrik pasukan Marsose Belanda dengan menyergap satu persatu Marsose Belanda yang mengawal benteng Belanda .Benteng Port Tapanuli ini dipersenjatai meriam Kaliber besar,namun dalam sekejap mata benteng tersebut dapat dikuasai sepenuhnya oleh DIMARAH CS.
Selesai pasukan Dimarah menghancurkan meriam-meriam dan alat-alat perbekalan perang lainnya yang tidak dapat dibawa dan mereka pun bertolak menuju Barus.Kejadian hancurnya benteng Port Tapanuli tersebut membuat Belanda menjadi panik kemudian Belanda berusaha mencari sebagai penengah setidak-tidaknya mendekati kerajaan Trumon.Kiranya Belanda  tidak merasa curiga pada kerajaan Trumon,atas kejadian terhadap benteng tersebut.Yang pada hakikatnya adalah gagasan yang diprakarsai dengan rencana yang matang dari kerajaan Trumon sendiri.
Karena kalau Belanda terlalu kuat dipulau Poncan,armada-armada asing yang mau memasuki pelabuhan-pelabuhan dalam wilayah kerajaan Trumon mengalami kesulitan.Yang dianggap oleh Kerajaan Trumon menganggu kelancaran dibidang perdagangan.Dalam tahun 1827,kerajaan Trumon pernah membantu perang PADRI yang dipimpin oleh TENGKU IMAN BONJOL,diantaranya :peralatan perang dan mesiu.Armada kerajaan Trumon dalam rangka menjelajahi pantai Barat Sumatera yang dipimpin langsung oleh TEUKU RAJA BUJANG pernah singgah di Bengkulu.Pada masa itu Raja yang memerintah Bengkulu bernama SULTAN ZAINUDDIN.Teuku Raja Bujang dan Sultan Zainuddin mengikat persahabatan yang sangat akrab,yaitu persahabatan persaudaraan.Sebagai bukti persahabatan-persaudaraan mereka itu Sultan Zainuddin memberikan saudara kandungnya pada Teuku Raja Bujang 2(dua) orang,seorang laki-laki dan seorang perempuan.Yang  kemudian sesampai di Trumon oleh Teuku Raja Bujang dikawinkan dengan saudaranya,yang laki-laki dikawinkan dengan saudara perempuannya dan yang perempuan dikawinkan dengan saudaranya yang laki-laki.Demikianlah asal usul dari kaumnya yang dikenal yaitu HAJI BUSTAMAM.
Pada tahun 1835 Teuku Raja Bujang meninggal dunia,Raja kerajaan Trumon digantikan oleh anaknya  berusia 13 tahun,ibu dari Raja Batak ini adalah seorang puteri Inggeris,anak dari nakhoda   Kelurahan Sawahan sekarang ini.
Karena Teuku Raja Batak masih dibawa usia roda pemerintahan Kerajaan Trumon dijalankan oleh pamannya yang bernama TEUKU RAJA MAK AREH anakno.10 dari TENGKU SINGKIL yang menjadi Ulee Balang Kayee Menang(singkil lama).Teuku Mak Areh menjabat jabatan raja Kerajaan Trumon dari tahun 1835 S/D 1843.
Baru dalam usia kurang lebih 19 tahun Teuku Raja Fansurna Alamsyah alias Teuku Raja Batak telah menjalankan roda pemerintahan Kerajaan Trumon.Pada zaman inilah Kerajaan Trumon mencapai puncak kejayaannya.Teuku Raja Batak membangun benteng-benteng pertahananyang agung dimasa itu,diantaranya:benteng Kuta Batee(yang sekarang masih ada,selain dirusak oleh Jepang sekarang sudah banyak pula yang dimakan masa),Kuta Tambak yang sudah didatarkan oleh tentara Jepang dan banyak benteng-benteng yang lain seperti Kuta Baroo,Kuta Teungoh dan lain-lain.
Kuta Batee diperlengkapi dengan 32 pucuk meriam yang arsitektur Barat.Kerajaan Trumon pada masa itu sangat makmur yang dirasakan oleh segenap lapisan rakyat,pada masa ini Kerajaan Trumon telah mempunyai mata uang sendiri sebagai alat tukar yang sah dalam negeri Kerajaan Trumon dan diakui oleh pedagang-pedagang yang datang menjual dan membeli barang dagangan.
Pada tahun 1884 Teuku Raja Fansurna Alamsyah meninggal dunia,anak no.6 dari TEUKU FANSURNA ALAMSYAH alias TEUKU RAJA BATAK yang bernama TEUKU RAJA ISKANDAR dinobatkan menjadi raja Kerajaan Trumon,selama pemerintahan Kerajaan Trumon berada ditangan Teuku Raja Iskandar kejayaan trumon mulai menurun,wilayah-wilayah takluk kerajaan sudah banyak dikuasai oleh Marsosee Belanda seperti willayah-wilayah diSingkil dan sekitarnya.
Belanda sangat bernafsu untuk menguasai seluruh kerajaan Trumon untuk itu belanda mempelajari titik-titik kelemahan dari kerajaan Trumon sebagai mana yang telah pernah dipraktekkan pada kerajaan lain yang ada diNusantara ini yang mana kerajaan Trumon tidak ada bedanya dengan  Aceh yang lainnya,politik yang disarankan oleh SNOCHORGANYE dalam parlemen Belanda yang diterima baik oleh parlemen Belanda masa itu yaitu politik busuknya yang kita kennal dengan sebutan “devide et impera”dengan maksud dipecahkan dan adu dombakan kemudian kuasailah.Yang sampai sekarang pun masih terasa dalam tubuh masyarakat kita yang dipergunakan oleh golongan-golongan tertentu untuk mengrongrong kita dengan tidak disadari oleh keturunan raja-raja kerajaan Trumon yang mana Belanda sedang mengsiasati mereka,maka terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan dalam Kerajaan Trumon pada masa itu pada tanggal 6 November 1893 terjadilah pembunuhan atas diri raja Kerajaan Trumon yang dilakukan oleh wali-wali Teuku Raja Iskandar sendiri untuk merebut kekuasaan.Pada tanggal 7 November 1893 meninggallah Teuku Raja Iskandar dan digantikan oleh kakak kandungnya yang bernama TEUKU RAJA DJAKFAR alias TEUKU HAJI RAYEEK.
3.       Masa Pemerintahan Teuku Haji Djakfar aiias Teuku Haji Rayeek (1893 s/d 1903)
Pada tahun 1893 Teuku Haji Djakfar alias Teuku Haji Rayeek diangkatlah beliau menjadi Raja Kerajaan Trumon yang mendapat restu dari Belanda walaupun pada masa itu pemerintahan Teuku Haji Djakfar telah mulai Belanda mencampuri urusan pemerintahan namun Kerajaan Trumon belum dapat dikuasai sepenuhnya oleh Marsose Belanda.Pada tahun 1903 Teuku Haji Djakfar  meninggal dunia, roda pemerintahan Kerajaan Trumon dijalankan oleh TEUKU MUDA NANGGROY selaku Mangku Bumi.
4.      Masa Mangku Bumi Teuku Muda Nanggroy (1903 s/d 1907)
Pada masa pemerintahan Mangku Bumi Teuku Muda Nanggroy roda pemerintahan Kerajaan Trumon sudah sangat menurun perdagangan sudah morat-marit dan Belanda tidak mau membayar upeti pada Kerajaan Trumon,keadaan keuangan Kerajaan sudah sangat merosot sehingga Kerajaan hampir-hampir tidak dapat menutupi anggaran belanja Kerajaan.
Walaupun demikian sulitnya Mangku Bumi tetap menolak tawaran Belanda untuk membantu keuangan Kerajaan asal Mangku Bumi mau memberi hak pada Belanda untuk mengatur perdagangan Kerajaan Trumon.
Mangku Bumi Teuku Muda Nanggroy adalah suami dari CUT NYAK AN anak no.5 dari Teuku Raja Batak,tepatnya adik dari Teuku Raja Iskandar.
5.      Masa Teuku Raja Nasruddin Menjalankan Pemerintahan Kerajaan Trumon {1907 s/d 1912}
TEUKU RAJA NASRUDDIN alias  TEUKU RAJA BIJE LADA atau TEUKU RAJA TUHA anak pertama dari TEUKU RAJA ISKANDAR yang mendapat pendidikan sekolah Raja di Bandung,masa ini Kerajaan sudah sangat relatif daif(lemah).Belanda mulai melancarkan tekanan-tekanan pada Kerajaan,Belanda telah berani melanggar kedaulatan Kerajaan,tapi Kerajaan Trumon sudah tidak mampu menghadapi secara terbuka.Karena sekeliling Kerajaan Trumon sudah dikuasai oleh Marsose Belanda.oleh karena itu rakyat Kerajaan Trumon tidak tinggal diam,mereke bergerilya(Muslimin) menghadang pasukan-pasukan Marsose Belanda,seperti yang terjadi diGUNUNG KAPOO,DIKRUENG LUAS,dll tempat karena perlawanan yang diadakan Muslimin ini dibantu oleh Kerajaan secara rahasia dan diam-diam,dengan didapatkannya pedang kerajaan yang seharusnya berada diistana kerajaan,ternyata ada ditangan panglima Muslimin yang gugur (syahid)padapertempuran diKrueng Luas.Oleh karena itu raja dituduh membantu kaum Muslimin dan ditangkap diasingkan ke KOETA RADJA Aceh Rayeek pada tahun 1912,tidak dibolehkan pulang ke TRUMON selama 5 tahun dan tidak dibenarkan berpergian keluar negeri seperti Penang dan Malaka,Singapore dll walaupun demikian Teuku Raja Nasruddin aktif dalam partai politik pada masa itu yaitu PARTAI SERIKAT ISLAM.
6.      MASA TEUKU RAJA LEK MENJADI RAJA NEGERI TRUMON {1912 S/D 1927}
Pengganti Teuku Raja Nasruddin oleh kaum/wali diangkat TEUKU RAJA LEK alias TEUKU RAJA MUDA atas saran Belanda diangkat pula Teuku Raja Lek sebagai wakil (perwakilan Belanda) di Negeri Trumon dengan pangkat “ZELFBESTUURDER” yang pertama di negeri Trumon. Maka turunlah Alam Kuning diganti oleh segitiga warna bendera Belanda.Sejak itu kerajaan Trumon hanya tinggal nama saja lagi,urusan-urusan pemerintahan Trumon sudah dicampuri pemerintahan Hindia Belanda,hanya mengenai adat kebudayaan dan agama yang tidak dicampurinya,tapi tetap dalam pengawasan yang ketat.Rakyat Trumonsudah tidak sabar lagi,Fisabilillah mulai dikobarkan di setiap penjuru negeri,maka terjadilah penyergapan-penyergapan terhadap Marsose-Marsose Belanda setiap memasuki wilayah negeri Trumon.Hal ini direstui oleh Teuku Raja Lek yang didukung oleh Panglima kaum dan Imeum Tuha secara sangat rahasia.

Pada tahun 1924 diadakan kerapatan adat secara rahasia oleh Teuku Raja Lek alias Teuku Raja Muda secara sangat terbatas yang dihadiri oleh pemuka-pemuka rakyat,kaum tuha 4 panglima kaum dan imeum tuha yang hadir ini adalah orang-orang yang dipercayai oleh Raja.Karena didalam kaum atau pun wali raja sendiri pada masa itu ada yang tidak dapat dipercayai.
Hasil dari kerapatan itu antara lain :
Menentang Belanda secara Muslimin dan tetap berprinsip mengusir/menentang kegiatan Belanda diNegeri Trumon,dan Raja berjanji membantu biaya Muslimin serta menolak permintaan Belanda meminta beli Desa Seuleukat atau pun di sewa.Atas kebijaksanaan Teuku Mamad(Teuku Muhammad)panglima kaum sebelum Belanda mengambil secara kekerasan,panglima kaum berpendapat,bila Seuleukat sudah berada dalam penguasaan Belanda Negeri Trumon ini bertambah terancam,sebab pertahanan Belanda sudah dapat dikatakan berada dalam Negeri Trumon.Seuleukat akan dijadikan benteng yang sangat kokoh ditambah pula Lhok Jamin akan dijadikan pangkalan armadanya.Maka Teuku Lek alias Teuku Raja Muda menganjurkan/meminta supaya panglima kaum dibantu oleh imeum tuha dan Teuku Sareeh untuk menemui Teuku Cut Ali,secara sangat rahasia.Agar Teuku Cut Ali sudi dengan rasa tanggung jawab terhadap negeri dan kelangsungan hidup kerajaan Trumon,bersedia diangkat menjadi panglima perang(Muslimin)untuk mengusir Belanda dari Bumi Trumon dan seluruh biaya akan ditanggung oleh kaum dan raja.
Teuku Cut Ali menerima tawaran itu dengan penuh tanggung jawab dengan kesadaran yang penuh “tidak diangkat pun menjadi panglima pun kami beserta kawan-kawan telah bertekad untuk mengusir kafir dari negeri pusaka ini”.Demikian jawab Cut Ali pada utusan yang diutus oleh Teuku Raja Muda yang dipimpin oleh panglima kaum Teuku Mamad(teuku muhammad).Atas nama raja panglima kaum menginstruksikan pada panglima Teuku Cut Ali sebagai berikut :PERTAMA ,perang jangan diadakan didalam wilayah kerajaan Trumon,ini untuk menghilangkan perhatian atau pemusatan Marsosee ke wilayah Negeri Trumon  yaitu Seuleukat.KEDUA,supaya rahasia ini betul-betul terjaga dengan baik dan Belanda tidak mencurigakan raja sekongkol dengan Muslimin demikian juga pengkhianat-pengkhianat yang ada dalam negeri sendiri,atau musang berbulu ayam tidak menaruh curiga terhadap raja,Teuku Cut Ali CS.Sebelum meninggalkan negeri Trumon terlebih dahulu mengadakan penyerangan dengan tujuan Istana Raja(rumoh dua lapeh).Tapi jangan memasuki istana, karena diistana sudah siap pula menjaga penyerangan dari kaum Muslimin.Pula kami telah mencium rencana penyerangan Muslimin.Demikianlah panglima kaum menginstruksikan kepada panglima Muslimin Trumon Teuku Cut Ali,yang kemudian dijalankannya menurut perintah yang diterimanya.
7.      SEKELUMID MENGENAI PANGLIMA TEUKU CUT ALI CS
Teuku cut ali sebelum di angkat menjadi Panglima Muslimin Negeri Trumon beliau telah terlebih dahulu membentuk Muslimin bersama kawan-kawan beliau yang tidak senang melihat belanda campur tangan dalam pemerintahan Negeri Trumon.rekan-rekan beliau yang terdekat dan seide dengan beliau di antara lain: teuku molot,teuku cut beudoh,teuku itam,mahyuddin,aceh belin,raja bada,teuku ben dan lain-lain.Mereka ini adalah putra-putra trumon asli dan  teuku Cut Ali sendiri pun masih keturunan Raja Trumon.

Teuku Cut Ali CS meninggalkan Negeri Trumon menuju Bakongan dan bergabung dengan muslimin yang di pimpin oleh Teuku Raja Angkasa.Dalam perang di tunong Bakongan sisi Aceh gugur{syahid} bersama syahidnya Teuku Raja Angkasa tahun 1925

Teuku Cut Ali CS terus menuju ke Utara dengan sasaran kluet,dikluet Utara Teuku Cut Ali CS membuat pertahanan di gunung pinyai dan disini Teuku Cut Ali CS menghadang Marsosee Belanda beberapa kali yang banyak mengundang kerugian Marsosee Belanda sehingga seorang opsier Belanda yang berpangkat Kapten menemui ajalnya di tangan Teuku Cut Ali,Kapten tersebut dikenal umum dengan sebutan KAPTEN PARIS  yang mempan dengan senjata tajam.

Karena tempat persembunyian mereka di Gunung Pinyai telah dicium masukan Marsosee Belanda Teuku Cut Ali Cs akan pindah lebih keUtara lagi ke Terbangan.Tapi rencana beliau gagal,pasukan Marsosee Belanda tidak menyia-nyiakan waktu langsung mengepung Gunung Pinyai dengan penyerangan yang genacar dan tiba-tiba saja,gugurlah Teuku Cut Ali sebagai syuhada dalam tahun 1927.

Kemudian Belanda mengetahui pula yang mana Muslimin yang dipimpin Cut Ali dibiayai oleh raja Trumon.Teuku Raja Lek alias Teuku Raja Muda diberhentikan menjadi Raja  Negeri Trumon dan diasingkan di Kota Raja dan tidak boleh pulang keNegeri Trumon.

Teuku Raja Lek diganti oleh TEUKU RAJA HUSIN anak no.4 dari Teuku Haji Djakfar alias Teuku Haji Rayeek.
8.      MASA TEUKU RAJA HUSIN MENJADI RAJA NEGERI TRUMON
Tidak  ada bedanya dengan Teuku Raja Lek TEUKU RAJA HUSIN pun demikian juga.Selain menjadi Raja yang diangkat oleh Belanda menjadi ZELFBESTUURDER yang kedua dinegeri Trumon.Pada saat beliau dilantik menjadi Zelfbestuurder Negeri Trumon,Teuku Raja Husin mengadakan suatu traktat atau perjanjian dengan Belanda sebagai berikut :
a)      Belanda tidak dibenarkan campur tangan dalam pemerintahan negeri Trumon,terkecuali diminta
b)      Setiap Marsosee Belanda tang berpatroli dari Bakongan ke Singkil dan sebaliknya diharuskan melapor sepekan sebelum dilakukan/dilaksanakan,ini demi untuk keselamatan Marsosee dan tidak menimbulkan kerusuhan dalam negeri Trumon.
c)      Belanda tidak dibenarkan membangun befak atau tangsi di dalam wilayah negeri Trumon
Belanda mengakui mata uang negeri Trumon sebagai alat tukar yang sah didalam negeri Trumon (dengan kurs tukar 1 Benggol Gulden sama dengan 3 Peng Trumon)
Belanda memaksa raja Negeri Trumon Teuku Raja Husen untuk menerima imbalan yang dikemukakan oleh Teuku Raja Husen sebagai berikut :
1)      Alam kuning bendera Negeri Trumon diturunkan dan dapat dikibarkan dalam setahun selama dua pekan (dalam hal ini oleh kerapatan adat negeri Trumon kemudiannya ditetapkan pada bulan maulud akhirsama dengan jumadil akhir setiap tahunnya)
2)      Dimuka Istana diwajibkan mengibarkan bendera belanda karena Raja juga selaku perwakilan Belanda diNegeri Trumon dengan pangkat Zelfbestuurder.
3)      Negeri Trumon tidak dibenarkan berhubungan dengan luar Negeri dengan kerajaan-kerajaan lainnya jika tidak seizin pemerintah Belanda.
Dalam hal ini kerapatan adat Negeri Trumon,merasa sangat berat menerimanya,tapi apa hendak dikata Kerajaan Trumon hanya tinggal namanya saja lagi,kekuatan sudah lumpuh sama sekali,apa lagi sekeliling Trumon sudah mutlak dikuasai oleh Marsosee Belanda.
Satu-satunya jalan bagi Teuku Raja Husen mencanangkan kepada rakyatnya pembangunan kembali Negeri Trumon,diatas puing –puing kehancuran itu,Teuku Raja Husen bercita –cita membangun kembali Trumon  sesuai dengan keadaan zamannya.
Pada tahun 1934,Teuku Raja Husen mulai membuka jalan raya yang menghubungkan Negeri Trumon dengan Bakongan dengan bekerja keras bersama rakyatnya dapat diselesaikan dengan sempurna dalam tahun 1936,telah dapat dipergunakan dan dimamfaatkan oleh rakyat Negeri Trumon sebagai sarana transportasi memudahkan lalu lintas barang dagangan dan lain-lain demi kemakmuran rakyat Negeri Trumon.
Teuku Raja Husen selain berpendidikan sekolah Raja juga berpendidikan sekolah lombou di Ferdekok (Bukit Tinggi Sumatera Barat).Karenanya beliau juga bercita-cita menjadikan Negeri Trumon,Negeri Agraris (pertanian).Begitu keras cita-cita beliau langsung turun ke lapangan untuk mendidik rakyatnya menjadi petani –petani yang ulet.Teuku Raja Husen mengajar cara-cara bertanam padi dengan teratur supaya dapat mudah merumput dengan alat pembuang rumput atau alat penyiang rumput padi sawah,subuh-subuh beliau sudah sampai kesawah rakyat untuk mengontrol secara langsung siapa- siapa yang tidak mengerjakan sawah.Kalau sipetani yang tidak mengerjakan sawahnya sakit segera disuruh berobat keklinik.Tapi bila ternyata petani itu malas,petani tersebut mendapat hukuman dan hukuman yang diberikan padanya bekerja di sawah beliau selama satu pekan makan minum ditanggungoleh Raja.Dianjurkansetiap pemuda negeri Trumon diwajibkan berkebun tanaman tua sekurang-kurangnya 25 batang apakah cengkeh,kelapa, pala dan lain-lain boleh dipilih,bila seorang pemuda tidak memilikinya sipemuda tersebut tidak boleh dinikahkan.Dalam hal ini pun diterima dalam kerapatan adat Negeri Trumon yang diketuai oleh panglima kaum.
Segala sesuatu yang menuju kepada kesejahteraan rakyat ditata sebaik mungkin setiap penduduk yang meninggal dunia diwajibkan melapor pada kerajaan,setelah diterima laporan langsung pada keluarga yang ditimpa musibah itu diserahkan uang sejumlah satu ringgit Gulden dan kain kapan untuk satu lapis.
Bila sudah tiba bulan Maulut akhir(jumadil akhir)berarti bulan dikibarkan alam kuning dengan kata lain peudong gualam.Berdatanglah rakyat menyaksikan dan sekurang-kurangnya Ulee Balang,Mukim dan Keuchik disetiap negeri menghadirinya seluruh negeri dihiasi dengan gaba-gaba dan Murawa,pada malam harinya rakyat setiap Mukim mengadakan permainan rakyat,seperti : Seudati,Dabus,rateep(ratoh)sikabang,tari-tarian rakyat,sidang deria dan lain-lain.
Dalam tahun 1940 Charda Gubernur Jenderal yang terakhir dari Hindia Belanda dari Batavia datang ke Trumon menemui Teuku Raja Husin.Tujuan kedatangan Gubernur Jenderal tersebut untuk memberi kemerdekaan penuh kepada Negeri Trumon sebagai kerajaan berdaulat,terlepas dari pengaruh pemerintahan Hindia Belanda,tapi Teuku Raja Husen tidak menerimanya sebab Teuku Raja Husin sudah mengadakan filling terlebih dahulu dengan rekan beliau Teuku Nyak Areh di Kuta Raja. Teuku Raja Husen bersedia menerima kemerdekaan,bila seluruh Aceh dimerdekakan Gubernur Jenderal Charda berjanji “untuk seluruh Aceh diberikan sesudah perang di Eropah selesai”.
Cita-cita Teuku Raja Husen untuk membangun negerinya dengan sempurna,dibidang pertanian baru taraf membangun irigasi,seperti irigasi di Jambo Dalem yang masih utuh sampai sekarang.Irigasi Tuwi Uleea Keubeu dan Depie yang telah ambruk di makan masa karena tidak ada perawatan,juga di bidang perdagangan dan menata perkampungan rakyat,keseluruhan menjadi musnah sebab di tahun 1942 Jepang telah menduduki Negeri Trumon dan Teuku Raja Husen ditangkap dan diasingkan diluar Negeri Trumon.Karena Teuku Raja Husen memperisterikan seorang perempuan Indo-Belanda, maka lenyaplah sudah cita-cita yang luhur itu
B.     ADAT DAN KEBUDAYAAN
Adat yang berlaku dan berkembang di Kerajaan Trumon sebagaimana adat yang ada di Aceh Rayeuk,adat bak Poteumeeureuhom hukum nan bak Syiah Kuala.Yaitu adat yang bersumber dari Darussalam semasa zaman SULTAN ISKANDAR MUDA.Seperti pada perhelatan perkawinan, antat bu pada  hamil pertama oleh mertua dan sanak famili,peutron manoe aneuk,sunat rasul,serahkan anak pada Tengku untuk mengaji dan lain-lain.

C.    KEBUDAYAAN
Kebudayaan sebagaimana lazimnya didaerah-daerah lain diAceh ini demikiaan pula di Negeri Trumon sampai pada saat sekarang,umpamanya seudati, ratooh duek,zikir/dalaee,pencak silat,seudang deria, dan sebagainya.Ini yang dapat kita samakan dengan apa yang ada didaerah Aceh lainnya.Kebudayaan yang hanya kita dapat dipantai Barat Aceh pada umumnya seperti Dabooh, meuen peudeung, sawuk ranter seu uem,groop lam apui,pajooh dama seuum dan lain-lain. 

D.    MATA PENCAHARIAN
Pada umumnya penduduk Negeri Trumon,mata pencahariannya bertani,nelayan,pandai mas,pandai besi,pertukangan,sulam-menyulam,dan anyam-menganyam.

Pada masa TEUKU RAJA FANSURNA ALAM SYAH alias Teuku Raja Batak ,penduduk kerajaaan Trumon lebih kurang 60000 jiwa.Jika dibandingkan dengan sekarang hanya berjumlah lebih kurang 10000 jiwa ini disebabkan :
A.    Trumon pernah dilanda wabah Kolera dan cacar diperkirakan dalam tahun 1885.
B.        Penduduk banyak keluar dari Negeri Trumon karena merasa tidak aman,Trumon menjadi basis kaumm anti kape(Belanda)yaitu : MUSLIMIN.Sedangkan Panglima Muslimin adalah keluarga Raja dan dibantu pula oleh kerajaan.
C.      Dengan didudukinya Trumon oleh bala tentara Jepang dan dijadikan wilayah ini sebagai daerah pertahanan dalam menghadapi tentara sekutu dikenal dengan sebutan : Perang Timur Raya.
D.    Sejak zaman kemerdekaan s/d 1965 Trumon merupakan daerah terisolir, jalan sebagai sarana ekonomi rakyat hancur sama sekali karena tidak ada perhatian yang berwajib (pada masa itu diperoleh dan dikelola oleh PKI yang tidak senang melihat negeri yang berbudaya masih ada peninggalan-peninggalan sejarah)

E.     SILSILAH RAJA - RAJA KERAJAAN TRUMON
Ø  ASAL – USUL TEUKU RAJA SINGKIL (TEUKU DJAKFAR)
JA THAHIR  berasal dari BAGHDAD hijrah ke Timur dan menetap di Batee Pidie (Pantai Timur Aceh)beranak diantara lain : JA ABDULLAH  (DULLAH)menetap di Batee Pidie dan mempunyai anak diantara lain : JA JOHAN,dimana ja johan hijrah ke Utara dan menetap di Tanoh Abee Seulimum,mempunyai anak diantara lain : TEUKU DJAKFAR yang nanti disebut juga TEUKU SINGKIL.        

TENGKU DJAKFAR setelah tamat mengaji ilmu agama pada  TENGKU DIANJONG di pelanggahan, Tengku Djakfar menuju Pantai Barat Aceh atas anjuran dari Gurunya.Pertama Tengku Djakfar menetap di ujong seurangga SUSOH.Disini beliau mendapat gelar “LABAI” karena beliau mengajar disitu.Kemudian Tengku Djakfar hijrah lagi ke Selatan Pantai Barat Aceh Selatan.Sampailah beliau di Singkil Paya Bombong dan kemudian membangun negeri Trumon menjadi sebuah kerajaan yang di sebut : KERAJAAN TRUMON dan inilah keturunannya sebagai tercantum dibawah ini :    
PUTRA – PUTRI TEUKU DJAKFAR
1.      TEUKU PURBA    
2.      TEUKU NAHODA RABU   
3.      TEUKU HAJI KUTA         
4.      TEUKU GADVONG           
5.      TEUKU DORAHIM    


            
                                                                                                                     
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Hanya Di Sini™ - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger