Will Durant (1885) filosof dan ahli sejarah asal
amerika: Jika kita harus menilai keagungan seorang dari pengaruhnya
terhadap manusia, maka saya harus katakan bahwa Muhammad adalah orang
yang paling agung di sepanjang sejarah!
De Lamartine (1790) penyair dan tokoh politik
prancis: Muhammad adalah seorang filosof, pembicara yang handal, pembuat
undang-undang, dan pejuang yang mengalahkan hawa nafsu. Dengan melihat
ciri-ciri keistimewaan manusia, saya ingin bertanya, adakah sosok yang
lebih agung dari Muhammad ?
Leo Tosltoy (1828) filosof dan penulis terkemuka Rusia: Syariat
Muhammad akan menjadi unggul di dunia karena keselarasannya dengan akal
dan kebijakan.
Benjamin Bosworth Smith (1784) seorang Bishop Rektor dan Editor, dalam bukunya Mohammad and Mohammadanism London, 1874, hal 92:
Muhammad adalah Kaisar dan Paus dalam satu pribadi. Namun dia seorang
paus tanpa penaubatan dan Kaisar tanpa pasukan, tanpa tentara, tanpa
pengawal, tanpa istana, dan tanpa penghasilan yang ditentukan. Jika
seorang manusia ada yang berhak menyatakan bahwa dirinya memimpin
berdasarkan kebenaran langit maka Muhammadlah yang paling berhak, karena
dia telah mendapatkan kekuasaan tanpa segala macam penopang instrument
dan atributnya (Harta tahta senjata pasukan dsb).
William Montgomery Watt (14 March 1909 – 24 October
2006) seorang Profesor non muslim yang ahli sejarah Islam dan bahasa
arab mengajar di Universitas Edinburgh, dalam bukunya yang terbit tahun
1953 berjudul Mohammad at Mecca hal 52:
Kesiapan Muhammad dalam menghadapi rintangan atas kepercayaannya dan
ketinggian moral orang-orang yang beriman dan menjadikannya sebagai
pemimpin serta keagungan keberhasilannya- semua itu bagi yang
memperdebatkan dan mengasumsikan bahwa dia berpura-pura jadi nabi akan
malah mendapatkan masalah ketibang solusi. Lagipula tiada figur agung
sepanjang sejarah yang begitu kurang dihargai di dunia barat sebagaimana
Muhammad.
MAHATMA GANDHI, (1869) dalam Young India:
“Saya ingin mengetahui sosok terbaik yang tanpa ragu telah tertanam
dalam hati jutaan manusia, (adalah dia Muhammad). saya yakin bahwa Islam
jaya di masa itu bukanlah karena pedang melainkan sosok sederhana dan
rendah hati sang Nabi yang selalu menepati janji dan begitu berdedikasi
pada sahabat dan pengikutnya, keberaniannya dan keyakinan penuhnya
terhadap Tuhan dan misinya. Sungguh itulah yang meruntuhkan segala
halangan dan mengundang pengikutnya, bukanlah pedang. Setelah saya
selesai membaca jilid kedua dari sejarah sang Nabi, saya sangat sedih
tiada kelanjutan karena masih ingin terus membaca kehidupannya yang luar
biasa.”
George Bernard Shaw (lahir 1856) pemenang nobel literatur abad itu berkata:
Semestinya dia (Muhammad) dipanggil ‘penyelamat kemanusiaan’. Saya
yakin bahwa jika seorang sepertinya menduduki puncak kepemimpinan dunia
modern ini, maka dia akan berhasil menyelesaikan segala masalah sampai
mampu mendatangkan perdamaian dan kebahagiaan yang selama ini
diharapkan.
Katanya juga;
Nabi ini telah memberi makna baru bagi agama. Bukan sekedar definisi tetapi juga dimensi.
Baginya agama bukan hanya aturan dogma dan doktrin ataupun ritual dan
perayaan saja. Baginya agama adalah konsep hidup yang jauh lebih
komprehensif.
Baginya agama adalah tata cara dan gaya hidup. Ideologi yang mampu
menembus ruang dan waktu dan pergerakan yang selalu siap mengisi
kebutuhan dasar manusia untuk selamanya.
Jauh hari sebelum memasuki jenjang kenabian dia sudah menemukan
masyarakat yang siap dilayaninya. Sebagaimana dia selalu membantu faqir
miskin dan musafir.
Dia diberi julukan al-Amiin (yang terpercaya) oleh kawan
dan lawan. (dalam riset saya mengenai Muhammad) saya menemukan bahwa
bahkan orang-orang arab yang belum siap masuk islam masih tetap suka
menitipkan barang-barang berharganya pada Muhammad.
Dia memberikan kemudahan bagi mereka yang kesusahan, mengembalikan
hak mereka yang tidak diberikan hak, mengasuh anak yatim dan melindungi
yang lemah dan yang teraniaya.
Dia memberi wanita hak dan tempat yang selayaknya dalam masyarakat,
meninggikan derajat mereka dari yang sebelumnya diperlakukan hanya
seperti barang, serta membuat mereka terhormat bahkan bagi diri mereka
sendiri. Hingga masa itu adalah pertama kalinya mereka diberikan hak
berpendidikan, hak memiliki, hak mewariskan, hak sembahyang dan bahkan
hak dalam berekspresi , memilih, dan berpendapat . Sungguh sejarah
manusia gagal memberikan kehormatan pada wanita selayaknya sebagaimana
yang Muhammad berikan terhadap mereka.
“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dalam memperlakukan
istrinya.” Perkataannya tersebut selalu akan menjadi pengingat lelaki
kasar yang suka membelokkan makna ayat-ayat Qur’an demi kepentingan
hasrat mereka.
Muhammad adalah guru agama, pembaru sosial, panutan moral, symbol
organisasi, teman yang setia, pendamping yang nyaman, suami sejati, dan
ayah yang mencintai. Semua itu menyatu dalam dirinya. Sedang
perkataannya abadi selalu berkilau dan menyala.
Tidaklah berlebihan kata Bernard. Padahal ia seorang non muslim namun
fitrahnya tetap dapat merasa bahwa sabda Rasul adalah abadi dan selalu
menyala. Saya jadi teringat Anne Marie Schimmel seorang
Professor asal Jerman (1922 – 2003) yang sangat terpandang dan menjadi
jembatan Ilmu dan budaya Islam di barat. Dalam kata pengantar bukunya
tahun 1997 yang berjudul Dreams of the Caliph dia berkata; “Waktu saya
berusia tujuh tahun, saat membaca buku anak-anak, saya mendapati suatu
kata-kata yang berbunyi ‘Manusia sedang tidur dan mereka akan bangun setelah mati’
Sepuluh tahun kemudian saya baru mengetahui bahwa ternyata kata-kata
itu berasal dari Nabi Muhammad. kata-kata tersebut memberi pengaruh yang
begitu dalam pada diri saya sehingga saya selalu bertanya-tanya apakah
benar bahwa kehidupan dunia ini hanya seperti mimpi..? dan seperti
apakah kehidupan setelah manusia terbangunkan dari mimpi ini.. ? ”
Mungkin juga tidak berlebihan jika saya ingin mengatakan bahwa sabda
Nabi Muhammad tersebut dan lainnya yang ditemukan seorang Annemarie
semenjak masa mudanya, mempunyai andil yang sebegitu dahsyat sampai ia
tertarik memenuhi hidupnya dengan mempelajari ilmu Islam bahkan
mendalami pelajaran irfani sufistik dan filsafat yang sebegitu pelik dan
mendalam. Dia juga sampai bisa menguasai bahasa Arab, Urdu, Parsi,
Sindh dan Turki. Menjadi guru besar di timur dan di barat.
Karya-karyanya seperti Calligraphy and Islamic culture, The Mystery of Numbers, an Introduction to Islam, Islamic literature,
dan banyak lagi lainnya termasuk yang menyelami puisi-puisi islami
beserta para sufi dan penyair Islam termasyhur seperti maulawi Rumi,
Iqbal, dan Nasir Khusraw. Buku-bukunya pun menjadi bahan pelajaran dan
rujukan para ilmuwan yang ingin mengenal Islam dan budaya seni timur.
Tentu tidak lupa karyanya di tahun 1985 tentang sosok yang paling
memberi pengaruh besar terhadap dirinya hingga dia menyelam ke dalam
samudra ilmu-ilmu islam, buku yang dia beri judul seakan sengaja diambil
dari kalimat syahadat bagian kedua And Muhammad is His Messenger
sekitar hampir 400 halaman yang tentu sebegitu banyak mengandung
pernyataan dan analisanya yang diselimuti kekaguman terhadap Sang utusan
Allah. Bahkan ketika dia mendapatkan penghargaan tinggi medali
perdamaian tahun 1995 di Jerman dia memulai sambutannya dengan menyebut
ayat kalimatun Tayyibah ka syajaratin tayyibah.., (kalimat yang
baik seperti pohon yang baik, akarnya tertanam namun cabangnya sampai
langit) yah seperti itulah pengaruh kalimat kebenaran murni dari sabda
Nabi.
Tidak lupa juga saat diinterview Televisi di bulan May 1995 dia pernah
dengan berani membela rasa sakit umat Islam terhadap Salman Rushdie dan
bisa memahami mengapa Imam Khomeini sebagai pemimpin revolusi Islam Iran
secara resmi mengeluarkan fatwa hukuman mati terhadapnya. Dikarenakan
itu banyak sekali penulis, orientalis, dan akademisi barat yang
memprotes supaya Annemarie tidak mendapat penghargaan tersebut karena
tiada pernyataannya secara lisan ataupun tulisan yang memuat kritikan
keras terhadap Islam ataupun negara seperti Iran, namun President Roman
Herzog tidak merubah keputusan karena Annemarie memang benar-benar layak
untuk mendapat penghargaan.
Thomas Carlyle (1795) penulis dan sejarawan terkenal asal Scotland dalam bukunya Heroes and Heroworship:
“Bagaimana bisa seorang dengan pengaruh dirinya sendiri dapat
mengubah suku-suku yang bermusuhan dan badui-badui perantauan menjadi
masyarakat yang paling terpelajar dan terkuat dalam kurun waktu dua
dekade (20 tahun) saja.”
‘Kesetaraan’, ‘persaudaraan’, dan ‘kebebasan’ adalah istilah-istilah
menarik yang menjadi pengaruh lahirnya revolusi Perancis, namun sosok
yang sebenarnya layak mendapat penghargaan untuk semua itu adalah bapak
Revolusi sosial yaitu Muhammad yang telah membebaskan manusia dari
perbudakan dan agama takhayul. Dialah sosok pertama yang mendeklarasikan
kesetaraan dan persaudaraan sesama manusia.”
Bukan hanya fokus dalam mengajar agama namun juga pada prakteknya.
Sahabat istimewanya ada yang bekas budak hitam bernama Bilal, dan
ada Letnan kepercayaannya seorang asal Iran bernama Salman,
masing-masing datang dari bangsa, budaya dan bahasa yang berbeda namun
di hadapan gurunya mereka semua adalah sahabat yang setara satu sama
lainnya.
Warna dan negara bukanlah penghalang di jalan revolusi Muhammad
dalam membina persaudaraan. Nabi revolusioner ini adalah yang pertama
menghilangkan kelas dan kasta dalam membina masyarakat yang setara dalam
persaudaraan. Dia tidak membedakan manusia menurut kelas ataupun warna
sebagaimana dia tidak melihat sungai dan gunung sebagai pembeda
manusia. Dia adalah yang untuk pertama kalianya memberikan konsep
manusia yang bersatu, yaitu keluarga manusia anak-anak Adam. Dan
al-Qur’an pun tegas menyebut hal itu, “Wahai manusia, Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki dan wanita.” (49:13).
Muhammad mempercayai kemuliaan manusia bukan dari kepemilikan atau
tahtanya, dan bukan dari bangsa atau negaranya. Dalam ceramahnya di
masa akhir hidupnya dia berkata, “ Tiada keistimewaan bagi arab atas
selainnya, ataupun non arab atas arab, ataupun bagi yang putih atas yang
hitam, dan yang hitam atas yang putih, keistimewaannya ada pada
ketakwaannya kepada Allah.” jadi hanya kebenaranlah yang menjadi dasar
menghukum seseorang dan bukan tempat atau keturunan. Sungguh dia telah
memberikan dunia tolok ukur baru dalam menilai mana benar dan salah,
mana baik dan buruk. “Bukanlah kemulian Anda mengarah ke timur atau ke barat”
kata Qur’aan, namun berlaku baik dan hidup dengan kebenaran itulah yang
menghasilkan kwalitas kemuliaan, cinta, rahmat, keadilan, kehormatan,
dan kesucian.
Dalam bidang Ekonomi, utusan Tuhan ini telah datang
dengan konsep surgawi untuk aturan economi dunia baru! Suatu aturan
yang mengharamkan monopoli dan penimbunan sehingga kekayaan tidak
terfokus pada segelintir saja. Semua sumber daya dan penghasilan dapat
dinikmati oleh setiap orang tanpa tabzir. Merealisasikan sistem
perbankan tanpa bunga di mana saling berbagi menjadi natural formatnya,
dan tiada pihak yang harus dirugikan menjadi dasar prinsipnya. Dalam
aturan ekonomi Muhammad perdagangan pribadi dibolehkan saja tetapi
maslahat dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Kehebatan Pemikiran Muhammad untuk kesejahteraan sosial termasuk
dalam bidang ekonomi bermuara pada keluasan aturan keadilan dan persaman
yang mana setelahnya tiada usaha pemimpin individual atau sosialis atau
komunis yang bahkan dapat mendekatinya. Penekanan Muhammad dalam
memimpin ‘kesinambungan hidup’ ditekankan pada setiap anggota
masyarakat supaya dapat menjadi pelindung satu sama lain.
Dalam masyarakat Muhammad, minoritas non muslim dipanggil ‘dzimmi’
yaitu ‘orang-orang ahlul kitab yang dilindungi oleh Allah dan Nabi-Nya’
yang mana haknya harus digaransikan oleh negara dan masyarakat,
sebagaimana sang nabi berulang kali memberi peringatan kepada masyarakat
untuk tidak berbuat salah terhadap mereka. Begitulah masyarakat Islam
dimana minoritas bukan hanya mendapatkan perilaku adil tetapi lebih.
Dalam bidang politik Muhammad telah menghadirkan
revolusi yang mengguncangkan dunia. Sebagaimana dalam perubahan sejarah
manusia kita susah mendapatkan sosok selainnya yang begitu bersungguh
menekankan pendidikan. Sebagai ketua negara Islam pertama dia telah
mewajibkan pendidikan untuk semua baik pria maupun wanita. Dia telah
deklarasikan kewajiban itu langsung semenjak berdiri daulatnya di kota
Madinah. Kemudian di tahun kedua pasal UUD itu dilaksanakan bahkan
dengan pengawasan aparat negara yang sedang berkembang itu. Sementara di
saat yang sama dia juga memberi peringatan kepada masyarakatnya untuk
menjauhi pengetahuan yang tidak berguna. Yakni seperti realis yang
meminta masyarakatnya untuk membedakan yang inti dari yang tidak, atau
yang nyata dari bayangan. Dia meminta kita untuk mengambil hikmah dari
mana saja bahkan memberi nasihat bahwa pengetahuan adalah harta yang
hilang dan hendaknya setiap orang yang beriman mencari dari
sumber-sumbernya.
Kontribusi lainnya adalah bahwa sang Nabi tidak menutup dirinya di
tempat yang tinggi sehingga sehingga dia tidak dapat diraih oleh
orang-orang. Dia selalu menyatakan bahwa dirinya adalah manusia “seperti
kalian”. Sungguh manusia utusan ini datang dari manusia yang baik-baik
sepanjang masa semua orang dari manca negara memberi kesaksian akan hal
itu. Iya dia adalah manusia. Manusia di tengah manusia, pemimpin
manusia, pewaris manusia, panutan manusia dan contoh untuk semua dan
selamanya!
Saya mencintai Muhammad karena wataknya yang sejati tidak
berpura-pura dan berbicara dengan kejujuran yang nyata sebagaimana
suratnya kepada Kaisar Roma dan Kisra Persia mengajak mereka untuk
melakukan apa yang seharusnya dilakukan demi kehidupan dunia dan
akhirat.
Allahumma salli ala sayyidina Muhammad wa ala aali sayyidina Muhammad
Continue Reading