Latest Games :

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR (LAS ASITELIN)

Senin, 17 Juni 2013 | 0 komentar


 







                                                                     Disusun oleh:

                                                                      AZHARUL

                                                            Nim    :   1104106010044
                                                      Jurusan    :   Teknik Industri





                                          LABORATORIUM DASAR PROSES PRODUKSI
                                        FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
                                                       DARUSSALAM – BANDA ACEH
                                                                         TAHUN 2013
                



                                                                              BAB I
                                                                     PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang Masalah
     Pada era serba teknologi ini teknik pengelasan sangat diperlukan untuk berbagai proses pengerjaan industri seperti, pemotongan logam dan penyambungannya, konstruksi bangunan baja, dan konstruksi permesinan yang memang tidak dapat dipisahkan dengan teknologi manufaktur. Teknologi pengelasan termasuk yang paling banyak digunakan karena memiliki beberapa keuntungan seperti bangunan dan mesin yang dibuat dengan teknik pengelasan menjadi ringan dan lebih sederhana dalam proses pembuatannya. Kualitas dari hasil pengelasan sangat tergantung pada keahlian dari penggunanya dan persiapan sebelum pelaksanaan pengelasaan.
Salah satu pengelasan yang paling banyak digunakan adalah jenis pengelasan yang disebut OAW atau Oxy Acetylene Welding, atau yang umumnya disebut las karbit. Pengelasan jenis ini dilakukan dengan menggabungkan logam dengan pemanasan pada logam dengan campuran gas asitelin dan oksigen yang dinyalakan dengan api. Las karbit memiliki beberapa keuntungan seperti mudah dalam pengaturan panas, mudah pada pengelasan plat tipis dan memiliki sarana yang praktis.

1.2    Tujuan Praktikum
Tujuan Praktikum ini adapun untuk memahami proses pengelasan las dengan menggunakan asitelin (las karbit), dengan harapan para Praktikan dapat memahami prinsip kerja dari las asitelin tersebut seperti, pengaturan kadar asitelin dan oksigen  untuk penyalaan api las dalam pengelasan yang bergantung pada ketebalan plat, dan juga dapat memiliki keahlian dalam pengelasan yang menggunakan asitelin dengan atau tanpa menggunakan kawat.



                                                                               BAB II
                                                                  TINJAUAN PUSTAKA


2.1    Teori Dasar
    Pengelasan (las karbit) lazimnya disebut OAW (Oxy Acetilene Welding) jika menggunakan asiteline dan sering disebut OFW (Oxy Fuel Welding) jika menggunakan propan. Pengelasan jenis OAW (Oxy Acetylene welding) prosesnya dilakukan dengan cara memanaskan logam yang akan dilas hingga bagian logam mencair. Las menggunakan nyala api dari campuran dari gas asitelin (C2H2) sebagai bahan bakar dan gas oksigen (O2). Pengelasan juga bisa dilakukan dengan logam pengisi (kawat las). Pembakaran campurann gas-gas ini akan menghasilkan panas yang dapat diatur tinggi rendahnya dengan mengatur proposisi campuran-campuran gas tersebut
    Optimalnya perbandingan gas yang akan dibakar sangat diperlukan untuk menghasilkan pembakaran yang baik pada suatu pengelasan asitelin. Gas asitelin dapat menghasilkan temperatur pembakaran yang sangat tinggi. Gas asitelin memiliki jenis antara lain :
1.    Asitelin (C2H2)
Suatu hidrokarbon alkuna sederhana yang hanya terdiri dari dua atom karbon dan dua atom hidrogen. Kedua karbon terikat melalui ikatan rangkap tiga, dan masing-masing atom karbon memiliki hibridisasi orbital sp untuk ikatan sigma. Hal ini menyebabkan keempat atom pada asetilena terletak pada satu garis lurus, dengan sudut C-C-H sebesar 180°.
2.    Propan (C3H8)
Salah satu gas minyak bumi cair (LP-gas atau LPG) yang ditemukan bercampur di gas alam dan minyak bumi. Propana dipisahkan dari gas alam di pusat pengolahan gas alam.




2.2    Prinsip kerja alat
Pada saat pengelasan panas yang dihasilkan dapat mencapai dan bahkan jauh melebihi titik lebur logam baja, yaitu 2680 – 10.000 derajat fahrenheit yang membuat baja mencair dengan sangat mudah, oleh karena itu pada prisipnya nyala api pada pengelasan harus diatur sedemikian rupa untuk menghasilkan pembakaran yang optimal. Pembakaran campuran gas terjadi pada ujung suatu pencampur gas yang umumnya disebut brander. Di dalam brander ini gas pembakar dan asam disalurkan melalui saluran yang sebelumnya terpisah dan dilengkapi dengan katup-katup pembuka penutup yang dapat diatur pembukaannya sehingga jumlah gas yang melaluinya juga dapat diatur. Ada tiga macam pengaturan nyala api pengelasan asitelin, yaitu;
1.    Nyala Netral
Nyala api memiliki perbandingan yang sama antara gas asitelin dan gas oksigen yang menhasilkan api berwarna biru ke jingga pada kerucut luar dan warna putih kemilau agak kehijauan pada inti.

2.    Nyala Oksidasi
Nyala api memiliki perbandingan gas oksigen lebih dominan dari pada gas asitelin sehingga menghasilkan api berwarna jingga keunguan pada kerucut luar dan warna putih keunguan pada inti.

3.    Nyala Karburasi
Nyala api memiliki perbandingan gas asitelin lebih dominan dari pada gas oksigen sehingga menghasilkan api berwarna biru pada bagian luar dan putih pada bagian inti.
 




                                                                         BAB III
                                                           METODE PRAKTIKUM

3.1    Instalasi Pengujian
1.    Menyiapkan segala peralatan, bahan/material dan tempat pengelasan.
2.    Memasang semua peralatan seperti regulator pada tabung, selang hijau pada tabung oksigen dan selang merah pada tabung asitelin.
3.    Mengencangkan semua penghubung yang pada selang dengan tabung..
4.    Katup penutup pada tabung oksigen dibuka hingga menunjukkan angka 3 pada regulator.
5.    Katup penutup pada tabung asitelin dibuka hingga menunjukkan angka 6 pada regulator.
6.    Periksa ujung brander, jika kotor dibersihkan dengan sikat baja.
7.    Pengelasan siap dilakukan

3.2    Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Alat :

a.    Peralatan yang digunakan untuk pengelasan ada dua yaitu peralatan las asitelin dan peralatan bantu mengelas.
Peralatan las asitelin terdiri dari:
-    Selang
-    Brander
-    Regulator
-    tabung las


Peralatan bantu mengelas :
-    Penggaris besi
-    Palu
-    Sikat baja
-    Korek api
-    Kaca mata las
-    Tang
-    Kikir
-    Sarung tangan
-    Penggores
-    Apron
-    Alat pemotong


Bahan :
-    Plat ukuran 130 x 70 mm
-    Kawat las

3.3    Teknik pengelasan
1.    Posisi pengelasan di bawah tangan
Pengelasan di bawah tangan adalah proses pengelasan yang dilakukan di bawahtangan dan benda kerja terletak di atas bidang datar. Sudut ujung pembakar(brander) terletak diantara 60° dan kawat pengisi (filler rod) dimiringkan dengansudut antara 30° - 40° dengan benda kerja. Kedudukan ujung pembakar ke sudutsambungan dengan jarak 2 – 3 mm agar terjadi panas maksimal pada sambungan.Pada sambungan sudut luar, nyala diarahkan ke tengah sambungan dangerakannya adalah lurus.


2.    Posisi pengelasan datar ( horizontal )
Pada posisi ini benda kerja berdiri tegak sedangkan pengelasan dilakukan denganarah mendatar sehingga cairan las cenderung mengalir ke bawah, untuk ituayunan brander sebaiknya sekecil mungkin. Kedudukan brander terhadap bendakerja menyudut 70° dan miring kira-kira 10° di bawah garis mendatar, sedangkankawat pengisi dimiringkan pada sudut 10° di atas garis mendatar.


3.    Posisi pengelasan tegak ( vertical )
Pada pengelasan dengan posisi tegak, arah pengelasan berlangsung ke atas atauke bawah. Kawat pengisi ditempatkan antara nyala api dan tempat sambunganyang bersudut 45°-60° dan sudut brander sebesar 80°.

4.    Posisi pengelasan di atas kepala ( Overhead )
Pengelasan dengan posisi ini adalah yang paling sulit dibandingkan dengan posisilainnya dimana benda kerja berada di atas kepala dan pengelasan dilakukan daribawahnya. Pada pengelasan posisi ini sudut brander dimiringkan 10° dari garisvertikal sedangkan kawat pengisi berada di belakangnya bersudut 45°-60°.

5.    Pengelasan arah ke kiri ( maju )
Cara pengelasan ini paling banyak digunakan dimana nyala api diarahkan ke kiridengan membentuk sudut 60° dan kawat las 30° terhadap benda kerja sedangkansudut melintangnya tegak lurus terhadap arah pengelasan. Cara ini banyak digunakan karena cara pengelasannya mudah dan tidak membutuhkan posisi yangsulit saat mengelas.

6.    Pengelasan arah ke kanan ( mundur )
Cara pengelasan ini adalah arahnya kebalikan daripada arah pengelasan ke kiri.Pengelasan dengan cara ini diperlukan untuk pengelasan baja yang tebalnya 4,5mm ke atas.

7.    Operasi Branzing ( Flame Brazing )
Yang dimaksud dengan branzing disini ada lah proses penyambunngan tanpamencairkan logaminduk yang disambung, hanya logam p eng isi saja. Misalnyasaja proses penyambungan pelat baja yang menggunakan kawat las darikuningan. Ingat bahwa titik cair Baja ( ± 1550 °C) lebih tinggi dari kuningan (sekitar 1080°C). dengan perbedaan titik car itu, proses branzing, akan lebihmudah dilaksanakan daripada proses pengelasan.
8.    Operasi Pemotongan Logam ( Flame Cut )
Kasus pemotongan logam sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Proses penggergajian (sewing) dan menggunting(shearing) merupakan contoh dari proses pemotongan logam dan lembaran logam. Proses menggunting hanya cocok diterapkan pada lembaran logam yang ketebalannya tipis. Proses penggergajian dapat diterapkan pada pelat yang lebih tebal tetapimemerlukan waktu pemotongan yang lebih lama. Untuk dapat memotong pela ttebal denngan waktu lebih singkat dari cara gergaji maka digunakan las gas inidengan peralatan khusus misalnya mengganti torchnya ( dibengkel-bengkel menyebutnya brender ). Pemotongan pelat logam dengan nyala api ini dilakukan dengan memberikansuplai gas Oksigen berlebih. Pemberian gas Oksigen lebih, dapat diatur padatorch yang memang dibuat untuk keperluan memotong.

9.    Operasi Perluasan ( Flame Gauging )
Operasi perluasan dan pencukilan ini biasanya diterapkan pada produk/komponenlogam yang terdapat cacat/retak permukaannya. Retak/cacat tadi sebelumditambal kembali dengan pengelasan, terlebih dahulu dicukil atau diperluas untuk tujuan menghilangkan retak itu. Setelah retak dihilangkan barulah kemudian alurhasil pencungkilan tadi diisi kembali denganlogam las.


10.    Operasi Pelurusan ( Flame Straightening )
Operasi pelurusan dilaksanakan denganmemberikan panas pada komponendengan bentuk pola pemanasan tertentu.Ilustrasi dibawah ini menunjukkanprinsip dasar pemuaian dan pengkerutanpada suatu logam batang.Batang lurus dipanaskan dengan polapemanasan segitiga. Logam cenderungmemuai pada saat dipanaskan. Daerahpemanasan tersebut menghasilkanpemuaian yang besar. Logam mengkerutpasa saat didinginkan. Daerah pemanasan terbesar.

3.4    Langkah Pengerjaan
Berikut langkah kerja dalam prose las asitelin:
1.    Menyiapkan semua peralatan, bahan dan tempat yang akan digunakan.
2.    Menggunakan peralatan pengaman (Safety).
3.    Pemotongan plat berukuran 130 x 70 mm.
4.    Membuat dua garis penanda alur las pada plat, yaitu alur las yang tidak menggunakan kawat dan yang menggunakan kawat.
5.    Letakkan plat yang sudah di beri garis pada tempat pengelasan.
6.    Selang regulator las dipasang pada tabung yang telah disiapkan.
7.    Memakai kaca mata las agar cahaya las tidak merusak mata dan menggunakan apron untuk melindungi tubuh dari percikan api las.
8.    Penyalaan api pada las asitelin dengan cara memutarkan katup pembuka gas asitelin dan menhidupkan api dengan korek api.
9.    Pengaturan nyala api dengan memutar katup gas asitelin dan gas oksigen hingga nyala api yang optimal didapatkan.
10.    Jika semua persiapan sudah lengkap, dekatkan las dengan benda kerja (plat) untuk melakukan proses pengelasan.
11.    Pengelasan plat dengan menggunakan teknik maju dan dengan alur bulat pada alur. Pengelasan dilakukan pada alur yang tanpa menggunakan kawat terlebih dahulu.
12.     Pengelasan plat pada garis alur pengelasan kedua dengan alur bulat dan  menggunakan kawat las.
13.    Jika proses pengelasan sudah selesai, alat las dimatikan dengan cara mengecilkan gas asitelin dan gas oksigen sampai habis.
14.    Sikat ujung penyemprot las dengan menggunakan sikat baja untuk mencegah penyumbatan katup.
15.    Pemberian identitas pada benda kerja yang sudah siap.




                                                                                BAB IV
                                                            ANALISIS PERMASALAHAN


Pada proses pengelasan yang bagus sangat diperlukan keterampilan dari si pengelas dan persiapan pengelasan yang cukup, karena pada proses pengelasan memerlukan tingkat ketelitian dan konsenterasi yang tinggi sehingga dapat menghasilkan produk optimal. Permasalahan yang sering terjadi pada proses pengelasan asitelin dapat kita lakukan dengan cara mengamati hasil dari pengelasan pada plat. Permaslahan yang sering terjadi adalah terjadinya kecacatan pada hasil las pada plat seperti:
-    Terbentuknya Lubang pada plat.
Disebabkan karena terlalu lama terjadi pengapian pada bagian plat yang dilas.
-    Kekeliruan pada alur pengelasan.
Disebabkan karena keterampilan pengelas yang belum menguasai teknik pengelasan secara sempurna.




                                                                                BAB V
                                                                            PENUTUP


5.1    Kesimpulan
        Proses pengelasan merupakan proses penyambungan antara dua logam atau lebih. Pada proses pengelasan memerlukan banyak latihan dan uji coba las, dikarenakan proses pengelasan memerlukan keterampilan, tingkat ketelitian dan konsenterasi yang tinggi untuk mendapatkan hasil pengelasan yang optimal.

        Menguasai prinsip dari pengelasan asitelin sangat dibutuhkan seperti cara pengaturan nyala api yang diperlukan, karena biasanya las asitelin digunakan pada plat yang tipis sehingga memerlukan pengaturan nyala api yang sesuai.

5.2  Saran   
Dalam setiap proses pengelasan yang dilakukan selalu utamakanlah keselamatan (safety first), dengan menggunakan pengaman mata, tangan dan tubuh. dan juga menjaga dan merawat semua peralatan las yang digunakan agar tidak rusak dan tahan lama (awet). ;Hanya Di Sini™









Continue Reading

Free Download Microsoft Office 2013 Full Version

| 0 komentar

Microsoft Office 2013 adalah keluaran teranyar dari microsoft , yang dimaksudkan menggantikan versi sebelumnya yaitu Microsoft Office 2010 . Dalam Microsoft Office 2013 terdapat fitur fitur terbaru dan ada juga fitur fitur yang dihapus , diantaranya :

New Features :
  • A new visualization for scheduled tasks in Microsoft Outlook
  • Online picture support with content from Office.com, Bing.com and Flickr
  • New graphical options in Word
  • Remodeled start screen
  • Support for Outlook.com and Hotmail.com in Outlook
  • Excel 2013 supports new limit models
  • And etc.
Removed Features :
  • Microsoft Share Point Workspace
  • Ms. Office 2007 and Ms. Office 2010 chart styles
  • Microsoft Clip Organizer
  • And Etc.
Secreenshot :

Gambar Ms Office 2013
office


System Requirements :
Proccessor : 1 Ghz or Higher
Operating System :
  • Windows Server 
  • Windows XP
  • Windows 7
  • Windows 8
RAM : 1 GB ( 32-Bit ) and 2 GB ( 64-bit )
Hardisk : 3 Gb Of Hardisk Space.
Download :
32 Bit :
64 Bit :
Keygen :
Password : kalongdownload

Itulah tadi postingan mengenai Microsoft Office 2013 Full Version. Untuk info lebih lanjut silakan gunakan kotak komentar , atau bisa via tw : @azaharul48
Continue Reading

Jenis-jenis kapasitor

Minggu, 09 Juni 2013 | 0 komentar

kapasitor
pada postingan saya kali ini,saya akan menjelaskan tentang jenis-jenis kapasitor ,dalam komponen elektronika bermacam-macam di antaranya adalah kapasitor bipolar (non polar) dan capasitor polar (memiliki kutub -/+), walaupun kapasitor ini sama-sama di gunakan untuk menyimpan muatan listrik, tapi banyak perbedaan diantara dua macam kapasitor ini, baik dari bahan yang digunakan untuk membuat kapasitor itu sendiri maupun dalam kegunaannya.Jenis-jenis kapasitor juga dapat di bedakan berdasarkan dari bahan dielektriknya. Bahan dielektrik dapat di bedakan menjadi beberapa bagian, yaitu jenis-jenis kapasitor Pengertian Kapasitor keramik, elektrolit (Elco), tantalum, Multilayer, Polyester Film, Electric Double, (Super Capacitor), Trimmer dan kapasitor Tuning.

Kapasitor keramik adalah kapasitor yang dibuat dengan bahan dasar keramik yang di gunakan untuk media penyimpan arus. Cara memasangnya adalah di letakan diantara dua pin kaki kapasitor tersebut sedemikian rupa sehingga dapat menyimpan arus listrik.

Kapasitor tantalum merupakan jenis kapasitor elektrolit yang elektrodanya terbuat dari material tantalum. Komponen ini memiliki polaritas, cara membedakannya dengan mencari tanda atau tanda lainnya yang ada pada bodi kapasitor, tanda ini menyatakan bahwa pin dibawahnya memiliki polaritas positif.

kapasitor Multilayer terbuat dari bahan material, kapasitor ini sama dengan kapasitor keramik, bedanya hanya terdapat pada jumlah lapisan yang menyusun dielektriknya. Pada jenis ini dielektriknya disusun dengan banyak lapisan atau biasanya disebut dengan layer dengan ketebalan 10 samapi dengan 20 μm dan pelat elektrodanya dibuat dari logam yang murni. Selain itu ukurannya kecil dan memiliki karakteristik suhu yang lebih bagus daripada kapasitor keramik.

sedangkan Fungsi kapasitor itu sendiri dalam suatu rangkaian juga mempunyai maksud dan tujuan di antaranya, sebagai, penghubung (coupling) yang menghubungkan masing-masing bagian dalam suatu rangkaian, memisahkan arus bolak-balik dari arus searah, sebagai filter yang dipakai pada rangkaian catu daya Rangkaian Adaptor, sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian pemancar dan untuk menghemat daya listrik dalam rangkaian lampu TL.

semoga bermanfaat :)
Continue Reading

algoritma dan pemrograman

| 0 komentar


  • sejarah
Kata algoritma bukanlah kata yang asing bagi kita, algoritma berasal dari kata algorism, dalam kitab Al Jabar Wal Muqabala (Buku Pemugaran & Pengurangan) karya ahli matematika asal Uzbekistan yaitu Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi.
  • definisi
Algoritma yaitu langkah-langkah terstruktur yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan tertentu.
  • struktur
Penyajian algoritma dapat dibedakan menjadi 3, yaitu bahasa biasa, pseudocode, dan flowchart (diagram alir).

   1. Bahasa biasa.

Yaitu bahasa yang kita gunakan sehari-hari, misalkan untuk menampilkan kata "Algoritma"
         1.ketik kata "Algoritma"
         2.output     "Algoritma"

   2. Pseudocode.
Yaitu kode yang mirip dengan syntax pemrograman, pseudocode lebih rinci dari pada bahasa  biasa, misal dalam menyatakan tipe data. Contoh Pseudocode menghitung luas persegi panjang :
                float panjang, lebar, luas
                panjang    <---- input
                lebar      <---- input
                luas       = panjang * lebar
                output     <---- luas

    3. Flowchart

Yaitu representasi dari grafik dari suatu algoritma untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu.
Symbol aliran flowchart:



contoh ( menghitung luas segitiga) :
a. membuat flowchart



b. membuat pseudocode
  • deklarasi :
int alas, tinggi int luas
  • deskripsi
read (alas,tinggi) / scanf(luas) luas : (alas*tinggi)/2 write (luas)       / printf (luas)
Continue Reading

Blue Screen Pada Saat Menginstall Windows XP

| 0 komentar

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi ilmu dan sedikit pengalaman. pada suatu hari hiduplah seorang laki2 yg ganteng bernama ambo hahahaa katkatkat salah skenario. sebenernya kayak gini ceritanya, pada suatu hari saya mau menginstal ulang laptop temen saya pakai windows xp sp 3. awalnya baik2 aja kayak mengistal biasa tapi saat ada bacaan "windows setup" ehh tiba2 malah muncul lah the blus #sangka lo chelsea :D maksut saya bule screen atau seperti gambar di bawah ini

blue screen

saat Saya belum tahu penyebabnya Saya mencoba menginstal ulanga sampai 3 kali, tapi tetap saja seperti itu. Akhirnya, saya cari-cari jawabannya di mbah saya yg bernama mbah google pasti pada taukan hahaa dan saya menemukan solusinya. ternyata solusinya ada pada BIOS nya. saya kira harddisk nya yg bermasalah ternyata tidak kawan dan ternyata gampang sekali cara memperbaikinya. 
1. Masuk ke BIOS pada saat komputer dihidupkan dengan menekan F2 atau F10 (tergantung BIOS komputernya). 
2. Cari tulisan SATA Mode dan ubah nilainya dari AHCI ke IDE. 
3. impan dan keluar gampang kan? 
berikut gambaran contoh nya :

solusi

gampang kan kawan cara memperbaikinya, asal ada kemauan pasti bisa. semoga bermanfaat :)
Continue Reading

10 Hal yang Diremehkan Dalam Bulan Ramadhan

Jumat, 07 Juni 2013 | 0 komentar

mengingat mau dekat puasa

Assalamu'alaikum wr.wb

Kali ini Hanya Di Sini™ kembali membahas yang berkaitan dengan puasa/bulan Ramadhan.Bagi umat islam,Ramadhan adalah bulan yang sangat spesial karena pahala-pahala kita akan dilipatkan oleh Allah S.W.T.Pasti orang-orang berlomba-lomba untuk mencari pahala.Namun sangat disayangkan beberapa dari kita (umat islam) lebih mengutamakan yang sunah daripada yang wajib.Contohnya,orang berbondong-bondong melaksanakan shalat Tharawih akan tetapi ketika shalat 5 waktu mesjid hanya terisi beberapa shaff.Hal tersebut patut kita pikirkan.Nah,sobat mau tahu apa-apa saja sebenarnya hal yang diremehkan ketika berpuasa di bulan Ramadhan ???.Berikut selengkapnya


1.Mengilmui Ibadah di Bulan Ramadhan.
Ilmu adalah pintu kebaikan.Siapa pun yang menghendaki kebaikan,dia harus memulai dengan ilmu.Maka seorang muslim yang ingin meraih kebaikan bulan Ramadhan, pastilah dia harus mengilmui ibadah yang dilakukan di bulan ini. Mengilmui tentang puasa,tentang tata cara shalat Tarawih,tentang membaca Al-Quran, i’tikaf, zakat dan ibadah-ibadah lainnya.Sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang meremehkan hal ini. Padahal,jika mereka melakukan ibadah tanpa ilmu,bisa jadi ibadah yang mereka lakukan akan menjadi sia-sia,tidak diterima oleh Allah S.W.T.Akhirnya,kita pun banyak melihat bermunculan berbagai perkara ibadah yang tidak dituntunkan oleh Allah dan Nabi Muhammad S.A.W di bulan mulia ini.Sehingga apa yang mereka harapkan menjadi kebaikan,berbalik menjadi kerugian semata.Semoga Allah melindungi kita dari hal ini.

2.Niat Ikhlas Dalam Puasa
Puasa adalah ibadah yang sangat agung di bulan suci ini.Sampai-sampai Allah pun mengkhususkan ibadah ini hanya untuk-Nya. Rasulullah S.A.W bersabda,“Allah ‘azza wa jalla berfirman,semua amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya.” (Muttafaq ‘alaih) Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu ibadah, selain harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah S.A.W.Sehingga jika kita ingin puasa kita diterima, pertama kita harus mengikhlaskan puasa kita hanya karena Allah, bukan karena ikut-ikutan rutinitas manusia atau karena niat yang lain. Selain itu, puasa kita harus sesuai dengan tuntunan atau tata cara puasa Rasulullah dan ini tentu menuntut kita untuk memperhatikan poin pertama yang kami sampaikan di atas, yaitu ilmu. Sekadar mengingatkan, bahwa yang dimaksud dengan niat adalah kehendak dalam hati untuk melakukan sesuatu amalan sehingga dalam tuntunan Rasulullah,niat untuk ibadah tidak perlu diucapkan dengan lisan,termasuk di antaranya niat untuk berpuasa.

3.Yang Wajib Lebih Utama Dari yang Sunah
Semangat yang menggebu terkadang menjadikan seseorang lalai dengan skala prioritas yang harusnya diperhatikan. Inilah yang sering kita saksikan pada bulan ini. Kaum muslimin terkadang lebih memerhatikan yang sunah dengan melalaikan yang wajib. Padahal seharusnya yang wajib harus lebih diperhatikan dari yang sunah, sedangkan yang sunah diusahakan tidak ditinggalkan. Sebagai contoh, kita lihat kaum muslimin berbondong-bondong shalat Tarawih berjamaah ke masjid sampai membuat masjid tak muat, padahal shalat Tarawih tidak termasuk dalam shalat wajib. Namun sayang, mereka lupa atau lalai shalat berjamaah di masjid untuk lima shalat waktu.Akan lebih parah lagi, jika ada seorang muslim yang lebih memerhatikan hal yang mubah-mubah saja dari pada hal yang wajib. Atau bahkan lebih parah dari itu, memerhatikan hal yang makruh atau haram dengan melalaikan yang wajib. Na’udzu billah min dzalik.

4.Mengakhirkan Sahur dan Menyegerakan Berbuka
Yang ini, nampaknya banyak dianggap remeh oleh sebagian kaum muslimin. Di antara mereka ada yang makan sahur jauh sebelum waktu sahar (akhir waktu malam menjelang terbit fajar). Bahkan di antara mereka ada yang sama sekali tidak makan sahur. Lalu ketika berbuka pun di antara mereka ada yang mengakhirkannya sampai menjelang Isya. Semacam ini tentu saja bertentangan dengan tuntunan Nabi S.A.W.Rasulullah bersabda, “Makan sahurlah, karena ada berkah dalam makan sahur.” (Muttafaq ‘alaih) dan disebutkan pula dalam hadits Muttafaq ‘alaih (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) bahwa antara makan sahur Rasulullah dengan adzan shubuh berselang sekitar bacaan 50 ayat al-Quran. Rasulullah juga bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasa Ahlul kitab adalah makan sahur.” (Riwayat Muslim). Adapun tentang menyegerakan berbuka, Rasulullah bersabda, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka masih menyegerakan berbuka.” (Muttafaq ‘alaih). Dan yang dimaksud menyegerakan berbuka di sini, segera berbuka setelah terbenam matahari. Karena jika seseorang menyengaja berbuka sebelum terbenam matahari padahal dia tahu, maka puasanya tidak sah alias batal.

5.Mulianya Waktu
Keagungan waktu dan urgensi memerhatikannya, sudah tidak kita ragukan lagi. Sampai-sampai ada yang mengatakan, “waktu bagaikan pedang, jika tidak kau patahkan dia yang akan menebasmu.” Maksudnya, jika waktu ini tidak kita manfaatkan untuk hal-hal yang baik, niscaya dia bisa menjadi bumerang yang mencelakakan kita. Nah, di bulan mulia ini, kemuliaan waktu menjadi jauh lebih mulia dari biasanya. Namun sekali lagi sayang, banyak kaum muslimin yang lalai akan hal ini. Mereka menghabiskan waktunya di bulan Ramadhan untuk perkara kesenangan jiwa belaka. Dengan bercanda ria, berjalan-jalan, tidur, ngobrol, begadang, dan seterusnya. Padahal jika mereka mau memanfaatkannya untuk ibadah seperti membaca Al-Quran, berdzikir atau yang lain, maka sesungguhnya di bulan ini amal ibadah kita dilipat gandakan pahalanya.

6.Ramadhan Bulan Doa
Di antara rahasia yang sering dilalaikan,bahwa Ramadhan adalah bulan doa.Dalam surat al-Baqarah ayat 186, Allah menyebutkan sebuah keterangan tentang doa.Bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya, dan Dia mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Nya. Jika diperhatikan, ayat ini Allah sampaikan di tengah-tengah ayat tentang puasa. Hal ini menunjukkan sebagaimana dijelaskan para ulama bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berdoa. Terlebih lagi Rasulullah telah bersabda, “Tiga doa yang tidak akan ditolak; doa seorang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa, doa orang yang bersafar.” (Dihasankan al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3032)

7.Antara Hemat dan Sedekah
Di antara keistimewaan amalan Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam – di bulan Ramadhan, beliau – shollallohu ‘alaihi wa sallam – lebih banyak bersedekah dibandingkan bulan-bulan lainnya. Padahal beliau adalah orang yang paling dermawan di bulan-bulan yang lain. Nah, tentunya ini menjadi dorongan bagi kita sebagai umat beliau — shollallohu ‘alaihi wa sallam –, untuk lebih banyak bersedekah di bulan Ramadhan. Anjuran untuk bersedekah ini tentu menuntut kita untuk lebih berhemat dalam menggunakan harta untuk keperluan duniawi. Inilah hal yang mungkin banyak dilalaikan. Yang sering terjadi malah sebaliknya, pengeluaran untuk urusan duniawi; untuk membeli makanan sahur dan buka, dan juga untuk membeli perlengkapan menyambut lebaran, lebih diperhatikan dari pada pengeluaran untuk sedekah.

8.Keagungan Malam-Malam erakhir
Ada fenomena yang perlu dikoreksi. di awal-awal Ramadhan mereka bersemangat melaksanakan ibadah seperti shalat Tarawih, membaca Al-Quran dan sebagainya. Namun semakin mendekati akhir Ramadhan, mereka mulai “lemas” dalam ibadah. Masjid-masjid yang tadinya penuh dengan jamaah, kini tinggal dua atau tiga shaf saja. Padahal Allah lebih mengagungkan malam-malam terakhir Ramadhan dibandingkan sebelumnya. Dan Rasulullah pun bertambah giat dalam beribadah jika telah memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

9.I’tikaf
Di antara sunnah (ajaran) Nabi yang banyak dilalaikan oleh kaum muslimin adalah i’tikaf. Berdiam di masjid dan tidak keluar darinya, dalam rangka mengkhususkan diri untuk ibadah kepada Allah S.W.T. Ibadah ini merupakan kebiasaan yang dilakukan Nabi  pada 10 hari terakhir Ramadhan. Ibadah yang mulia ini sering tidak bisa dilakukan oleh kaum muslimin, karena mereka sibuk dengan persiapan menyambut hari raya. Seolah-olah, mereka sangat gembira dengan hampir selesainya bulan Ramadhan. Padahal para pendahulu kita yang shalih, merasa sedih ketika harus berpisah dengan bulan mulia ini. Lalu di manakah posisi kita dibandingkan mereka?

10.Jangan Lupakan Tujuan Puasa
Kita semua tentu tahu tujuan agung ibadah puasa. Namun, apakah kita sadar ketika Ramadhan telah berlalu, sudahkan kita mencapai tujuan itu? Ketakwaan, sebagai tujuan dari ibadah puasa, tidak hanya dituntut pada bulan Ramadhan saja. Bahkan ketakwaan harus senantiasa diusahakan mengiringi kita di mana pun dan kapan pun. Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kamu di mana atau kapan pun kamu berada.” (Riwayat at-Tirmidzi).


Nah,setelah sobat ketahui hal-hal tersebut,sudah tidak ingin lagi mengulangi hal-hal tersebut bukan ???
Semoga di Bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba amalan-amalan kita diterima oleh Allah S.W.T
Amiin....
Continue Reading

LAPORAN PENGERJAAN PLAT/TOOL BOX

| 0 komentar

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR (PENGERJAAN PLAT/TOOL BOX)














                                                                           Disusun oleh:

                                                                           AZHARUL
                                                                 Nim    :   1104106010044
                                                            Jurusan    :   Teknik Industri





                                             LABORATORIUM DASAR PROSES PRODUKSI
                                         FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
                                                        DARUSSALAM – BANDA ACEH
                                                                        TAHUN 2013





                                                                           BAB I
                                                                 PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
Yang dimaksud pengerjaan plat adalah pengerjaan membentuk dan menyambung logam lembaran (plat) sehingga sesuai dengan bentuk dan ukuran yang sudah direncanakan. Pengerjaan plat dapat dilakukan dengan menggunakan keterampilan tangan, mesin, atau perpaduan dari keduanya, yang meliputi macam-macam pengerjaan, diantaranya adalah menggunting, melukis, melipat, melubangi, meregang, pengawatan, mengalur, menyambung, dan lain-lain. Dalam modul materi pengerjaan plat ini akan dibahas tetang :
1.  Proses pemotongan plat
2.  Proses Tekuk (bending)

a.    Pemotongan Plat
Pada proses pemotongan plat, alat yang digunakan untuk memotong plat adalah mesin gullotine. Mesin gullotine terdiri diri 2 (dua) jenis yakni mesin gullotine manual dan mesin gullotine hidrolik. Disini alat yang digunakan untuk praktek pada praktikum proses produksi adalah mesin guillotine manual. Mesin gullotine manual pemotongan pelat dilakukan dengan tuas penekan yang   digerakkan   oleh   kaki   si  pekerja.   pelat   yang   dapat   dipotong   di bawah 0,6 mm.
Prinsip kerja mesin gullotine ini menggunakan gaya geser untuk proses pemotongan Pelat  yang dipotong  diletakkan  pada landasan  pisau tetap  dan pisau atas  ditekan  sampai memotong pelat. Untuk mengurai besarnya gaya geser ewaktu tejadinya proses pemotongan posisi   mata   pisau   atas   dimiringkan,   sehingga   luas   penampang   pelat  yang dipotong mengecil . 
Hasil pemotongan dari mesin gullotine ini dipengeruhi oleh kemiringan dan kelonggaran (suaian) antara kedua posisi pisau. Untuk mendapatkan hasil pemotongan yang baik tehadap  pelat yang dipotang sesuai antara ke 2 mata pisau harus jenis pelat yang dipotong.
b.    Proses Tekuk (Bending)
Pada proses tekuk ini, mesin yang digunakan untuk melipat atau menekuk plat adalah mesin bending manual dan bending Hydraulic Pipe Bender. Bending manual digunakan untuk melipat atau menekuk pelat kerja yang telah diselesaikan untuk pekerjaan awal. Mampu menekuk pelat dengan tebal maksimum 3 mm dan panjang maksimal 1,5 meter, sedangkan hydraulic pipe bender digunakan untuk menekuk benda kerja yang berbentuk silinder.
Secara mekanika proses penekukan ini terdiri dari dua komponen gaya yakni: tarik dan tekan (lihat gambar). Pada gambar memperlihatkan pelat yang mengalami proses pembengkokan ini terjadi peregangan, netral, dan pengkerutan. Daerah peregangan terlihat pada sisi uar pembengkokan, dimana daerah ini   terjadi deformasi plastis atau perobahan bentuk. Peregangan ini menyebabkan   pelat mengalami pertambahan panjang. Daerah netral merupakan daerah yang tidak mengalami perobahan. Artinya pada daerah netral ini pelat tidak mengalami   pertambahan panjang atau perpendekkan. 
Daerah sisi bagian dalam pembengkokan merupakan daerah yang mengalami penekanan, dimana daerah ini mengalami pengkerutan dan penambahan ketebalan, hal ini disebabkan karena daerah ini mengalami perobahan panjang yakni perpendekan.atau menjadi pendek akibat gaya tekan yang dialami oleh pelat. Proses ini dilakukan dengan menjepit pelat diantara landasan dan sepatu penjepit selanjutnya bilah penekuk diputar ke arah atas menekan bagian pelat yang akan mengalami penekukan.

1.2    Tujuan Praktikum
1.    Agar mahasiswa mengerti cara membuat pola, memotong, dan melipat benda kerja pelat / logam lembaran.
2.    Agar mahasiswa mampu melakukan kerja pembuatan pola, pemotongan dan  pelipatan benda kerja pelat / logam lembaran secara benar.
3.    Memiliki keterampilan memotong plat dengan beberapa macam alat potong.
4.     Memahai prinsip dan cara menggergaji dengan baik dan benar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1    Teori Dasar
Yang dimaksud pengerjaan plat adalah pengerjaan membentuk dan menyambung logam lembaran (plat) sehingga sesuai dengan bentuk dan ukuran yang sudah direncanakan. Pengerjaan plat dapat dilakukan dengan menggunakan keterampilan tangan, mesin, atau perpaduan dari keduanya, yang meliputi macam-macam pengerjaan, diantaranya adalah melukis, melipat, melubangi, meregang, menyambung, dan lain-lain.
Dalam melakukan praktek kerja kita harus mengetahui urutan atau langkah-langkah kerja sebagai berikut, antara lain :
1.    Pembuatan gambar kerja
2.    Melakukan pemotongan plat
3.    Menghitung besarnya bending (penekukan)
4.    Assembling

2.2    Prinsip Kerja Alat
1.    Mistar Baja
Mistar baja ini berfungsi untuk mengukur benda kerja yang berukuran pendek, selain itu juga dapat dipakai untuk membimbing penggoresan dalam melukis batangan pada pelat yang digunakan, ukuran panjang dari mistar baja ini bermacam-macam, ada yang berukuran 30 cm, 60 cm, dan 100 cm.
2.    Mistar Siku
Digunakan untuk menarik garis –garis sejajar serta menyiku terhadap sisi-sisi pinggir, juga digunakan untuk memeriksa kerataan pinggir suatu benda kerja.
3.    Penggores
Ada 3 jenis penggores yang sering digunakan yaitu penggores teknik, penggores saku, dan penggores mekanika Penggores digunakan untuk menggambar bentangan pada permukaan pelat. Penggores yang baik untuk digunakan harus bersudut 250 sampai 300. Penggores (scriber) adalah alat untuk menggores benda kerja (logam) sebagai persiapan untuk dikerjakan atau sebagai gantinya pensil apabila hendak menggambar di atas kertas.
4.    Palu
Pembentukan benda kerja dapat dilakukan baik dengan tangan maupun dengan mesin. Bila dilakukan dengan tangan, kita dapat menggunakan palu.
5.    Ragum
Ragum adalah alat untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir, dipahat, ditab, dll.
6.    Kikir
Kikir ini digunakan untuk menghilangkan bagian yang tajam. Pada umumnya pekerjaan yang sederhana akan lebih ekonomis. Kikir terbuat dari baja karon tinggi yang ditempa sesuai dengan panjangnya. Macam-macam kikir antara lain: Kikir Rata, bulat, segi empat, setengah lingkaran, segi tiga, bujur sangkar
7.    Mesin Bending
Mesin ini digunakan untuk melipat atau menekuk pelat kerja yang telah diselesaikan untuk pekerjaan awal. Mampu menekuk pelat dengan tebal maksimum 3 mm dan panjang maksimal 1,5 meter, sedangkan untuk mesin bending promecam untuk pembendingan pelat yang tidak dapat dibending dengan bending manual.
8.    Gergaji Tangan
Gergaji Tangan merupakan alat pemotong dan pembuat alur yang sederhana, bagian sisinya terdapat gigi-gigi pemotong yang dikeraskan. Bahan daun gergaji pada umumnya terbuat dari baja perkakas (tool steel), baja kecepatan tinggi (HSS/high speed steel), dan baja tungsten (tungsten steel).
9.    Penitik
Penitik dapat digunakan untuk menitik bagian benda kerja yang akan di bor. Bentuk penitik yang sering digunakan adalah silinder yang dikartel dengan ujung tirus yang bersudut 250 sampai 300.

10.    Tang
Digunakan untuk menjepit atau memegang benda kerja
11.    Sarung Tangan
Sarung Tangan digunakan untuk melindungi tangan dari pengaruh lingkungan sekitarnya.
12.    Drill
Mesin Drill digunakan untuk melubangi benda yang akan dikerjakan, dalam hal ini untuk menyambung pelat satu dengan yang lain menggunakan paku keling serta untuk jalan keluar panas pada benda yang dibuat
13.    Hand driver
Adalah yang digunakan untuk mengepres atau mengunsi paku atau skrup, alat ini biasanya digunkan pada heatsink.

2.3    Langkah Pengerjaan
Secara garis besar prosedur kerja membuat tool box adalah sebagai berikut:
1.    Pembuatan Gambar kerja
Langkah awal kerja pelat adalah menggambar. Gambar benda kerja dapat digambar langsung pada pelat yang akan digunakan. Adapun peralatan yang digunakan untuk menggambar tersebut adalah:
a.    Penggores, digunakan untuk menggaris pelat atau menandai sehingga pada pelat terdapat goresan sket bukaan.
b.    Mistar siku, digunakan untuk melihat kesikuan dari garis, dan sudut pelat tersebut.
c.    Mistar baja, digunakan untuk mengukur, menarik garis, serta sebagai pedoman dalam penggoresan.

2.    Melakukan pemotongan pelat
Setelah selesai menggambar pada pelat, langkah selanjutnya adalah melakukan pemotongan menurut garis pada gambar tersebut. Pemotongan dapat dilakukan dengan mesin potong atau dengan menggunakan manual.
3.    Melakukan Penekukan
Setelah pelat yang kita potong dan kita hitung besar pembandingnya, maka langkah berikutnya adalah penekukan pembendingan. Bending dapat kita lakukan baik secara manual dengan mesin bending dan dengan menggunakan palu (dipukul). Penekukan yang diizinkan adalah bagian busur lengkung netral dari luas penekukan.
a.    Sumbu penekukan adalah sumbu garis lurus dimana terjadi pembentukan radius sesuai dengan yang diinginkan.
b.    Panjang dari sumbu adalah sama dengan lebar benda kerja pada luas penekukan.
c.    Garis penekukan adalah garis imajiner yang dibentuk oleh tangent radius penekukan dengan permukaan bagian dalam.
d.    Sudut penekukan adalah sudut yang dibentuk antara dua posisi ekstrim dari radius penekukan.
e.    Luas penekukan adalah luas yang tercangkup oleh sudut penekukan.

4.    Assembling
Teknik penyambungan pada kerja pelat dapat dilakukan dalam berbagai cara yaitu:
a.    Menyambung dengan sekrup
b.    Menyambung dengan paku keling
c.    Menyambung dengan lipatan
d.    Menyambung dengan las titik
Penyambungan yang kita lakukan ini sekaligus untuk melakukan pembentukan benda yang akan kita buat. Untuk penyambungan dapat dilakukan sesuai dengan keinginan dan keadaan benda kerja tersebut. Untuk penyambungan dari bagian yang tidak akan dibuka lagi dapat menggunakan sambungan dengan lipatan, paku keling, dan las titik dan untuk bagian yang dibuat untuk dibuka dan ditutup dapat menggunakan sambungan sekrup.


5.    Finished Work (Pengamplasan)
Pada tahap ini dilakukan perapihan dan pengecheckan kembali hasil lipatan.Dan juga kembali dilakukan perapihan bagian-bagian dengan menggunakan kikir,gergaji,palu agar memperoleh hasil yang maksimal.Bila dilakukan sesuai dengan perhitungan dan prosedur yang ada maka bagian-bagian tadi akan menyatu membentuk suatu rangka kotak panel.







                                                                      BAB III
                                                      METODE PRAKTIKUM


3.1    Instalasi Pengujian
a.    Melakukan pemotongan pelat
1.    Menyiapkan plat yang akan dipotong.
2.    Lumuri oli pada pisau potong mesin.
3.    Menghidupkan mesin potong.
4.    Masukkan plat yang siap dipotong.
5.    Perhatikan mata pisau dengan garis pada plat yang akan dipotong.
6.    Injak pedal pada mesin untuk memotong plat.

b.    Melakukan Penekukan
Siapkan mesin bending untuk penekukan plat.
c.    Mesin Bor
1.    menghidupkan mesin bor.
2.    atur kecepatan putaran.
3.    siapkan plat yang akan di bor.
3.2    Alat dan Bahan
a.    Alat-alat yang digunakan untuk pengerjaan plat pembuatan toolbox adalah sebagai berikut :

1.    Penggores
2.    Mistar
3.    Palu
4.    Tang
5.    Mesin Lipat
6.    Mistar siku
7.    Kikir
8.    Gergaji Tangan
9.    Drill
10.    Penitik
11.    Ragum
12.    Sarung Tangan
13.    Mesin Potong
14.    Alat rivet

Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :

1.    Plat tipis
2.    Plat tebal
3.    Engsel 30 cm
4.    Paku keling
5.    Paku rivet


3.3    Langkah Pengerjaan
Secara garis besar prosedur kerja membuat tool box adalah sebagai berikut:
1.    Membuat pola sesuai dengan ukuran yang ada pada gambar.
2.    Memotong plat sesuai dengan pola yang telah di bentuk.
3.    Mengikir bagian-bagian yang tajam.
4.    Melipat plat sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
5.    Merakit plat menjadi sebuah tool box.

Adapun secara terperinci proses pembuatan tool box ini adalah :
a.    Memotong dengan mesin potong
1.    Menyiapkan benda kerja yang akan di pakai untuk membuat tool box.
2.     Menandai bagian  yang akan di potong.
3.    Menjepit benda kerja dan tempat yang akan di potong pada mesin pemotong.
4.    Memastikan bahwa benda kerja benar-benar tepat untuk di potong.
5.    Mengunci benda pada mesin potong.
6.    Menginjak pedal mesin potong, sehingga benda kerja terpotong.
7.    Melakukan pemotongan lagi pada sisi yang lainnya sesuai prosedur.
b.    Memotong dengan gergaji besi
1.    Menyiapkan benda kerja yang telah dipotong dengan mesin pemotong dan yang telah dipola sebelumnya serta yang akan di pakai untuk membuat tool box.
2.    Menjepit benda kerja dan tempat yang akan di potong dengan menggunakan gergaji besi.
3.    Memastikan pitchnya telah sesuai dan arah gergaji mengarah ke depan.
4.    Mengatur tegangan bilah secukupnya.
5.    Menggenggam dan mengayun rangka gergaji.
6.    Melakukan pemotongan lagi pada sisi yang lainnya sesuai prosedur.


c.    Melipat plat dengan mesin lipat
1.    Menyiapkan benda kerja yang akan di dilipat untuk membuat tool box.
2.    Menandai tempat kerja yang akan di lipat.
3.    Menjepit benda kerja yang akan di lipat pada mesin lipat, sesuai   dengan pola yang akan dilipat.
4.    Memastikan bahwa benda kerja benar-benar tepat untuk di lipat.
5.    Mengunci benda pada mesin lipat.
6.    Mengayunkan mesin lipat dengan arah sudut 90 derajat.

d.    Melubangi
1.    Membuat pola kotak kecil pada plat yang telah dipotong, untuk ukuran disesuaikan dengan aturan.
2.    Menitik pada bagian terdekat pola menggunakan penitik.
3.    Mengebor bagian yang telah dititik menggunakan Mesin bor.
4.    Memutuskan plat yang belum terputus dengan mesin bor.
5.    Mengikir bagian yang masih tebal atau jauh dari ukuran.

e.    Assembling
Teknik penyambungan pada kerja plat dapat dilakukan dengan cara menyambung dengan paku keling.
Langkah pengerjaan menyambung adalah sebagai berikut :
1.    Menyiapkan bahagian-bahagian yang akan di sambung
2.    Plat yang akan disambung dibuat lubang, sesuai diameter paku keling yang akan digunakan. Biasanya diameter lubang dibuat 1.5 mm lebih besar dari diameter paku keling.
3.    Paku keling dimasukkan ke dalam lubang plat yang akan disambung.
4.    Bagian kepala lepas dimasukkan ke dalam lubang plat yang akan disambung.
5.    Dengan menggunakan alat atau mesin penekan (palu), tekan bagian kepala lepas masuk ke bagian ekor paku keling dengan suaian paksa.
6.    Setelah rapat/kuat, bagian ekor sisa kemudian dipotong dan dirapikan/ratakan.
7.    Bagian tangkai karena platnya tebal maka untuk menyambungnya menggunakan paku rivet, merivet dengan alat perivet (butuh tenaga yang kuat).




                                                                     BAB IV
                                                   ANALISA PERMASALAHAN



Selama proses pengerjaan plat, dapat terjadi beberapa permasalahan baik pada mesin maupun pada pengerjaan manual. Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang dapat terjadi:

1.    Penitik kurang tajam, hal ini menyebabkan garis kurang nampak disaat membuat pala. Sehingga pekerja harus berulang-ulang menggari pola, dengan ini akan memperlambat pengerjaan untuk mencapai waktu yang maksiamal atau yang telah ditentukan.

2.    Penekukan secara manual, hal ini membuat kinerja pekerjaan menjadi lambat, dikarenakan harus mengulang tekukan pada satu permukaan karena itu permukaan tidak rata dengan akata lain tidak rapi.


3.    Pemotongan dengan gergaji besi, hal ini agak sedikit menguras tenaga si pekerja dan menghasilkan produk kurang rapi, karena butuh ketelitian untuk mengikuti garis pola. Sehingga harus dilakukan pengikiran pada permukaan tersebut.

4.    Mata bor kurang tajam, hal ini menyebabkan pemakanan benda kerja kurang pas dan sering terpeleset dari titik pola saat melakukan pengeboran (melubangi) pada bagian untuk duduan paku keeling.





                                                                         BAB V
                                                                     PENUTUP


5.1    Kesimpulan
Pada proses kerja plat selalu gunakan alat keselamatan hal ini menjaga diri kita agar kita tidak luka. Pada saat pengerjaan benda kerja harus benar-benar teliti baik pada saat pengukuran maupun pemotongan plat agar pada saat benda kerja dirakit akan mendapatkan kecocokan antara bagian yang satu dan lainnya dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Bahwa sesungguhnya untuk memperoleh hasil yang baik dan benar dalam bekerja, khususnya pada pembuatan macam - macam lipatan tepi tidaklah mudah. Kita harus benar – benar memperhatikan fungsi dan tujuan dari penggunaan alat – alat kerja.

5.2    Saran
Diharapkan pada saat melakukan praktek mahasiswa harus melengkapi pakaian keselamatan kerja hendaknya digunakan selalu di dalam ruangan laboratorium dasar proses produksi dan kerja sama tim sangat di butuhkan dalam praktek hendaknya setiap perorangan dalam tim memegang satu bahagian benda kerja agar cepat selesai.

Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Hanya Di Sini™ - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger